Tanam pohon dan tebar benih ikan di Embung Panguripan Blora

BLORA, GALAKSI-TV.COM : Peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Blora digelar di Taman Better Airmav, Desa Jejeruk, Blora.
Tema “Merawat Bumi Pertiwi” diterjemahkan menjadi tindakan konkret dengan melakukan penanaman pohon buah-buahan dan tebar benih ikan nila di Embung Panguripan Jejeruk.
Pesan ideologisnya yang ingin disampaikan tegas, politik tidak cukup berbicara pertumbuhan, tetapi wajib memastikan alam tetap punya ruang hidup, terutama di desa yang bergantung pada air, tanah, dan ketahanan pangan.

Di tengah tren pembangunan yang sering menekan ruang ekologis, kegiatan ini menegaskan bila ; pertumbuhan ekonomi tidak boleh menjadi dalih untuk pembalakan liar dan perusakan sumber daya alam. Karena kerusakan lingkungan selalu punya pola yang sama: awalnya dianggap “biaya pembangunan”, lalu pelan-pelan menjadi bencana yang ditanggung rakyat.
Turun Langsung
Yang membuat momen ini semakin kuat, hadirnya Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah III (Pati, Rembang, Blora, Grobogan) Dr. Edy Wuryanto yang ikut menanam pohon di kawasan embung.
Di lokasi kegiatan,Edy Wur menyampaikan harapan sederhana tapi bernilai strategis untuk masa depan desa “Semoga tanaman ini nanti menjadi besar dan berbuah banyak. Jangan sebaliknya tanaman tumbuh besar tapi buahnya sedikit “ ungkap Edy Wuryanto saat menandai gerakan dan tebar benih ikan di Embun Jejeruk.
Apa yang disampikan oleh politisi PDIP Kelahiran , Grobogan ini terdengar ringan, tetapi maknanya jelas: hasil tidak instan. “Merawat lingkungan butuh proses panjang, butuh konsistensi, dan butuh keberanian untuk menjaga ruang hidup dari kepentingan jangka pendek” tandannya..
Relevan Isu Lingkungan
Kegiatan peringatan Ultah Ketum PDIP di tingkat Blora ini juga dihadiri jajaran struktural PDI Perjuangan Blora seperti Ketua DPC Andita Nugrahanto, Sekretaris Subroto, Bendahara Mujoko, serta anggota DPRD Blora Anif Mahmudi, Lina Hartini, Bibi Hastuti, dan Eko Adi Nugroho. Turut hadir Kades Jejeruk Sri Karnawati.
Dalam konteks lokal, pesan “Merawat Bumi Pertiwi” menjadi relevan karena isu lingkungan tidak berdiri sendiri. Ia terhubung langsung dengan: ketersediaan air, daya tahan pangan desa, dan keberlanjutan ekonomi warga.
Jika embung kering, lahan menurun produktivitasnya. Jika hutan dan ruang resapan rusak, banjir dan kekeringan datang bergantian. Pada akhirnya, rakyat yang menanggung dampaknya.
Pendidikan Publik.
Aksi tanam pohon dan tebar ikan punya nilai pendidikan publik. Tetapi nilai terpentingnya ada pada kelanjutan: apakah gerakan ini berhenti sebagai dokumentasi, atau berubah menjadi disiplin kebijakan dan pengawasan nyata.
Karena publik tidak hanya membutuhkan acara, melainkan juga: pengendalian pembalakan liar, perlindungan kawasan resapan, dan keberanian menolak proyek yang merusak lingkungan.
Di Blora, pesan itu sudah diletakkan di ruang yang benar: desa. Tinggal satu pembuktian: siapa pun yang bicara“Merawat Bumi Pertiwi” harus siap diuji dalam keputusan-keputusan nyata. (roy/@bangsar26/01)

