GOL BAYU di Menit 95, Selamatkan PERSIKABA dari Kekalahan di LAGA KANDANG


BLORA, Galaksi-TV.Com Persikaba Blora menolak tumbang di kandang sendiri. Tendangan bebas melengkung Bayu pada menit-menit terakhir babak kedua menjadi “napas terakhir” yang menyelamatkan Laskar Arya Penangsang dari kekalahan saat menjamu Persibas Banyumas di Lapangan Kridaloka, Jepon, Minggu (25/1/2026).

Skor akhir 1-1, namun laga ini meninggalkan cerita besar: drama menit akhir, kartu merah, hingga protes keras dari kubu tim tamu soal durasi tambahan waktu. Di hadapan lebih dari 2.000 penonton, laga babak 16 besar Liga 4 Jawa Tengah itu berjalan ketat, keras, dan penuh tensi.

Persibas sempat berada di ambang kemenangan setelah unggul lebih dulu lewat gol Aufa, sebelum disambar kembali oleh gol penyeimbang Bayu yang lahir tepat di ujung pertandingan.

Bupati Blora Arief Rohman yang menyaksikan pertandingan langsung Laga Persikaba melawan Persibas

“Gol ini rezeki, Pak. Berkat dukungan suporter dan perjuangan teman-teman di lapangan, akhirnya bisa tercipta gol penyeimbang,” ujar Bayu, pencetak gol Persikaba, saat ditemui usai laga di tengah lapangan.

Meski berhasil menyelamatkan satu poin, Bayu mengisyaratkan timnya belum puas. Persikaba dinilai memiliki peluang lebih dari cukup untuk menang, terutama pada babak kedua saat dua kesempatan emas hanya berujung di mistar gawang.

Duel Seimbang

Kiper Persikaba yang jatuh bangun dan akhirnya cidera harus dipapah saat usai pertandingan

Sejak peluit pertama wasit Hendrika Volya Juliawan dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka. Persikaba mencoba menguasai permainan dengan pola bola-bola pendek, sementara Persibas merespons dengan transisi cepat dan upaya menekan lewat sisi sayap.

Namun hingga turun minum, tidak ada gol tercipta. Jual beli serangan terjadi, tetapi penyelesaian akhir belum cukup tajam untuk memecah kebuntuan.

Yang mencuri perhatian, Bupati Blora H. Arief Rohman hadir langsung menyaksikan laga. Kehadiran kepala daerah di tribun menambah atmosfer pertandingan: Kridaloka bukan sekadar lapangan, tetapi panggung harga diri Blora.

Memasuki babak kedua, suhu pertandingan naik signifikan. Kondisi lapangan yang berat dan berlumpur membuat duel fisik semakin dominan. Persibas sempat kesulitan merespons permainan pendek Persikaba di awal babak, namun perlahan mulai menemukan ritme.

Salah satu ancaman serius Persibas datang dari aksi individu Mizan, yang nyaris mengubah kedudukan jika tidak dipatahkan oleh pertahanan Persikaba.

Momen krusial terjadi ketika pelatih Persibas melakukan pergantian. Masuknya Osa menggantikan Riski Novriansyah mengubah ritme serangan Laskar Bawor. Kecepatan Osa memicu kekacauan di lini belakang Persikaba, dan dari situ lahir gol.

Dalam situasi kemelut di depan gawang, Aufa menyambar bola liar dan membawa Persibas unggul 1-0 pada menit-menit akhir babak kedua.

Saat Persibas tinggal beberapa detik dari kemenangan, petaka datang pada masa tambahan waktu. Persikaba mendapat tendangan bebas, dan Bayu mengeksekusinya dengan sepakan melengkung yang menggetarkan gawang Persibas. Skor berubah 1-1 dan stadionpun meledak.

Penonton Fanatik mengajak anak kecil untuk membakar semangat pemain dengan megaphone nya

Namun pertandingan tidak berhenti di gol penyeimbang itu saja. Kontroversi justru memuncak pada durasi injury time.

Manajemen Persibas melayangkan protes keras karena menilai tambahan waktu berjalan tidak wajar. Ofisial pertandingan memberi tambahan 5 menit, tetapi laga disebut berjalan hingga menit ke-100.

Wasit memberikan tambahan waktu yang tidak sesuai. Ini yang memicu kekecewaan,” kata Abda Ali, Asisten Pelatih Persibas, usai laga.

Kapten tim Persibas, Rizki Iman, juga menyoroti aspek integritas pengadil lapangan.

Harusnya semua bisa saling respek, pemain kerja, wasit juga kerja. Semoga PSSI bisa melihat kejadian ini,” ujarnya.

Situasi makin panas karena di menit-menit akhir terjadi benturan keras yang membuat satu pemain dari masing-masing tim harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat kartu merah. Ketegangan itu menjadi pemantik emosi, terutama ketika pertandingan berakhir sesaat setelah gol terjadi, tepat saat pemain Persibas hendak melakukan kick-off.

Tetap Optimis

Resky dan Imron Asisten dan Manajer Persikaba tetatp optimis Persikaba bisa lolos di 8 Besar

Bagi Persikaba, hasil ini menjaga asa di babak 16 besar. Gol Bayu bukan sekadar penyelamat skor, tetapi simbol mentalitas: bertahan sampai peluit terakhir.

Di tengah tensi laga yang panas dan drama injury time, manajemen Persikaba tetap menegaskan timnya berada dalam jalur yang tepat untuk melangkah lebih jauh.

Asisten Manajer Persikaba, Resky Ristyanto, mengapresiasi kerja keras para pemain yang dinilai mampu menjaga mental hingga menit akhir.

“Hari ini para pemain sudah bermain bagus. Hari Rabu kita akan main tandang ke Banyumas dan kita masih tetap optimis bisa lolos ke 8 besar,” tegas Resky usai pertandingan.

Namun bagi Persibas, hasil ini terasa seperti kemenangan yang dicabut di depan mata. Protes soal injury time dan penutupan laga menjadi catatan serius yang berpotensi berlanjut ke meja evaluasi.

Di atas lapangan yang berat, kedua tim sudah membayar mahal dengan kerja keras dan tensi tinggi. Kini, sorotan publik bergeser dari skor, ke pertanyaan yang lebih besar: apakah keputusan pertandingan benar-benar sudah adil, transparan, dan layak dihormati semua pihak? (@bangsar26/01)

Have any Question or Comment?

One comment on “GOL BAYU di Menit 95, Selamatkan PERSIKABA dari Kekalahan di LAGA KANDANG

Dramatis laganya, sukses Persikaba, gas terus di putaranberikutnya

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *