SITUS & Budaya Blora, MAGNET Mahal Untuk PRODUKSI FILM


Workshop Film Pelajar Blora Hari Kedua Digelar di SMA N Ngawen,

NGAWEN, GALAKSI – TV.Com : Hari kedua rangkaian roadshow Workshop Film Pelajar Blora yang digelar Galaksi TV Channel dilaksanakan di Aula SMA Negeri Ngawen, Jumat (27/2) mendapat sambutan hangat dan apresiasi. Kegiatan ini diikuti pelajar SMA/SMK beserta guru pendamping dari sekolah-sekolah di wilayah eks Kawedanan Ngawen.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Panitia Workshop, Kusno Winoto. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan workshop pertama di Studio Galaksi TV Channel Kamis (26/2/2026) kemarin berjalan sukses dan mendapat respons positif dari peserta. Menurutnya, antusiasme yang sama juga terlihat pada gelaran hari kedua di Ngawen.

H. Abdullah Aminudin foto bersama peserta Workshop Part 2 di Aula SMA N Ngawen

Workshop ini digelar untuk menggali potensi pelajar di bidang perfilman, khususnya produksi film pendek. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teknis, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong pengembangan minat dan bakat kreatif pelajar melalui praktik kerja tim serta pemahaman alur kerja produksi.

Humas SMA Negeri Ngawen, Teguh Wiyanto, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pelatihan pembuatan film pendek tersebut. Ia menyebut SMA N Ngawen memiliki rekam prestasi di bidang film pelajar, salah satunya meraih Juara 2 lomba film pendek tingkat Provinsi Jawa Tengah.

H. Abdullah Aminudin, anggota DPRD Jateng yang mensupport workshop, menegaskan bahwa Blora memiliki modal sosial dan talenta muda yang besar untuk masuk ke ekosistem industri kreatif, khususnya sinematografi.

Ia menyebut potensi itu terlihat dari kualitas SDM pelajar yang tidak hanya kuat di akademik, tetapi juga aktif di kegiatan ekstrakurikuler seperti IT, drama, dan produksi konten, termasuk minat menjadi kreator video.

“Kita punya potensi luar biasa. Ada SDM, ada ekstrakurikuler IT dan drama, dan anak-anak muda yang minta ruang kreasi konten, yang suka jadi kreator video. Ini merupakan aset harus dieksploar.” jelas Aminudin.

Menurutnya, potensi tersebut tidak boleh berhenti pada aktivitas hobi. Ia mendorong peserta untuk mengevaluasi proses kreatif: mulai dari ide, produksi, hingga distribusi, karena kreativitas yang terstruktur bisa menjadi nilai ekonomi.


“Potensi yang ada harus kita hadapi dengan serius. Kita evaluasi dari kreator konten, karena ini bisa dijadikan uang kalau dikelola dengan benar.”
Ia juga menekankan bahwa Blora memiliki sumber daya lokal dan alam yang relevan untuk produksi film, termasuk lokasi syuting serta narasi sejarah dan budaya yang kuat.

Bagi Aminudin, situs dan kebudayaan lokal dapat menjadi bahan cerita film yang “layak jual” jika dikemas dengan standar produksi yang tepat. “Kita punya lokasi syuting dan sejarah yang luar biasa. Situs dan budaya bisa dijadikan film yang layak dijual. Anak-anak muda juga punya keinginan kuat, bukan cuma bikin konten, tapi menuju film layar lebar, bahkan jadi artis.” tambanya.

Maksimalkan Potensi Daerah

Peserta Work Shop Film Pelajar Blora di Aula SMA N Ngawen

Namun ia memberi catatan kritis terkait kondisi pendidikan di lapangan. Aminudin menyampaikan keprihatinan bahwa ekosistem belajar sering tidak stabil karena perubahan kurikulum yang kerap terjadi dan berdampak pada bertambahnya beban administratif guru, sehingga ruang pembinaan minat-bakat kadang terdesak.


“Kita juga prihatin di lapangan. Kurikulum sering berubah, tugas guru makin padat. Ini harus jadi perhatian bersama agar kreativitas anak tidak kehilangan ruang.” ungkapnya.

Politikus Gedung Berlian Semarang itu mengajak semua pihak untuk berpikir melompat (lompatan strategi), mencari model pembinaan yang adaptif: memperkuat literasi produksi, menyiapkan portofolio, dan membangun jejaring agar karya pelajar tidak berhenti di level lokal, tetapi masuk rantai distribusi yang lebih luas.

Dimulai dari Ide

Dalam sesi materi, panitia menghadirkan dua pemateri, yakni Asikin Kartin, produser dan sineas film nasional asal Blora lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), serta Jati Wisnu Pamungkas yang akrab disapa Pupung, peraih Juara 1 lomba film pendek yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Asikin memaparkan pengalaman dan teknik produksi film, mulai dari pengembangan ide, penyusunan anggaran (budgeting), hingga penguatan aspek estetika visual. Ia menekankan bahwa ide yang matang akan berkembang menjadi pedoman kerja produksi, sehingga peserta perlu memahami aspek administrasi produksi dan perencanaan anggaran sejak tahap awal.

Workshop film pelajar ini menjadi bagian dari agenda penguatan kapasitas kreatif pelajar Blora, sekaligus memperluas jejaring pembelajaran produksi film pendek melalui format roadshow di beberapa titik pelaksanaan.(@bangsar/01)

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *