“Jika anak muda diberi kamera, mereka tidak hanya merekam gambar—mereka merekam masa depan daerahnya sendiri.”

BLORA, GALAKSI —TV.COM: Derasnya arus konten digital global, melahirkan gerakan sunyi namun strategis yang tumbuh dari Blora. Workshop pembuatan film pendek bagi pelajar SMA/SMK se-kabupaten tidak sekadar pelatihan teknis, melainkan investasi kultural untuk melahirkan generasi kreator yang mampu bercerita tentang daerahnya sendiri ke panggung nasional bahkan dunia.
Upaya membangun ekosistem industri kreatif dari akar rumput mulai digerakkan melalui Workshop Pembuatan Film Pendek Pelajar ini digagas oleh Galaksi TV Channel. Kegiatan ini ditujukan bagi pelajar SMA/SMK dan sederajat se-Kabupaten Blora, sebagai ruang belajar sinematografi sekaligus wadah ekspresi generasi muda di era digital.
Ketua Panitia, Kusno Winoto, menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kreativitas, inovasi, dan keberanian pelajar dalam berkarya melalui medium audiovisual yang kini menjadi bahasa utama generasi digital.
“Workshop ini bukan hanya mengajarkan teknik membuat film, tetapi juga membangun kepercayaan diri pelajar untuk menyampaikan gagasan dan cerita mereka sendiri,” ujar Kusno.

Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (26–28 Februari 2026), di tiga titik strategis yang mewakili wilayah pendidikan di Blora.
Hari pertama digelar di Studio Galaksi TV Channel, diikuti sekitar 20 sekolah dari wilayah eks Kawedanan Blora. Hari kedua berlangsung di Aula SMAN 1 Ngawen untuk peserta dari wilayah eks Kawedanan Ngawen. Sementara hari ketiga akan diselenggarakan di Gedung Pertemuan Kecamatan Cepu bagi pelajar dari wilayah Cepu dan Randublatung.
Pendekatan multi-lokasi ini dinilai sebagai strategi pemerataan akses pendidikan kreatif, agar pelajar dari berbagai wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi.
Sebagai penguat kualitas materi, panitia menghadirkan praktisi perfilman nasional yang juga putra daerah Blora, Asikin Kartin. Kehadiran sosok yang telah berkiprah di industri film diharapkan mampu memberikan perspektif nyata tentang dunia produksi profesional.

“Kami ingin anak-anak Blora mampu memproduksi film yang berkualitas. Setelah pelatihan ini, Galaksi TV Channel berencana menindaklanjuti dengan Festival Film Blora sebagai panggung karya mereka,” jelas Kusno.
Langkah ini menunjukkan bahwa workshop bukan kegiatan seremonial sesaat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang membangun ekosistem perfilman pelajar.
Berkarir di Ruang Global
Dukungan politik dan kelembagaan juga hadir melalui Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Dapil Blora-Grobogan, Abdullah Aminuddin. Ia menilai ruang kreatif seperti ini penting untuk membuka jalan kesuksesan generasi muda di sektor ekonomi digital dan industri kreatif.

“Kita harus mendukung pelajar untuk berkreasi dan berekspresi dalam seni budaya, termasuk perfilman. Di era digital, banyak anak muda berhasil karena karya film dan konten kreatifnya,” ujar Amin.
Menurutnya, kemampuan produksi audiovisual kini bukan sekadar hobi, tetapi kompetensi strategis yang dapat mengantarkan pelajar pada peluang karier global.
Lebih jauh, workshop ini dipandang sebagai bagian dari upaya membangun narasi daerah melalui tangan generasi sendiri. Film pendek pelajar berpotensi menjadi medium dokumentasi sosial, promosi budaya, hingga alat pendidikan karakter.
Jika konsisten dikembangkan, Blora tidak hanya menjadi penonton industri kreatif, tetapi produsen gagasan dan karya visual yang berdaya saing.
Workshop ini sekaligus menegaskan bahwa masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kemampuan generasi mudanya dalam menciptakan ide, cerita, dan inovasi.
Dari ruang studio sederhana, mimpi besar sedang dirakit: menjadikan Blora sebagai ladang lahirnya sineas muda yang mampu berbicara kepada dunia melalui karya. (@bangsar/01)

