
RANDUBLATUNG, GALAKSI-TV.COM : Randublatung bukan sekadar kecamatan di Blora Selatan bagi H. Abdullah Aminudin. Bagi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari PKB itu, Randublatung adalah dapil keramat, wilayah politik yang ia yakini membawa keberuntungan sekaligus menjadi pijakan penting dalam perjalanan kariernya di parlemen.
Ungkapan itu bukan tanpa alasan. Dalam setiap ajang pemilihan legislatif yang ia ikuti, Randublatung disebut selalu menjadi salah satu kantong dukungan signifikan yang menguatkan langkah politiknya. Dari dapil inilah, Amin meniti jalan panjang hingga mengantarkannya tiga kali duduk di parlemen kabupaten, lalu menembus parlemen provinsi.

Karena itu, saat memberi sambutan dalam penyerahan alat musik kadroh kepada kelompok kadroh Randublatung binaan Ny. Endang Purwantoro, Sabtu (7/3/2026), Aminudin melontarkan joke politis yang langsung mengundang perhatian. Dengan gaya ringan, ia membandingkan Randublatung dengan ungkapan populer tentang Yogyakarta.
“Kalau di Yogya ada istilah Koyo Jogja Istimewa, mungkin di sini perlu ada tandingannya, Ning Randublatung Beruntung,” ujarnya.
Kalimat itu memang terdengar sederhana, tetapi memuat pesan yang jelas. Randublatung, bagi Aminudin, bukan hanya wilayah yang memberinya suara, melainkan juga daerah yang terus meneguhkan legitimasi politiknya. Ia merasa bersyukur karena dari wilayah inilah ia berkali-kali memperoleh dukungan yang nyata, hingga mampu bertahan dan berkembang dalam gelanggang politik legislatif.
Lebih dari itu, ia juga mengaku beruntung dapat menyaksikan Randublatung tumbuh menjadi wilayah yang makin maju. Pembangunan infrastruktur dinilai bergerak pesat, konektivitas jalan terus membaik, dan wajah kawasan selatan Blora itu semakin berkembang.
Jadi Prioritas
Menurutnya, kemajuan Randublatung tidak lepas dari perhatian besar Bupati Blora H. Arief Rohman, yang juga kader PKB. Aminudin menyebut pembangunan yang kini terlihat merupakan hasil perhatian serius pemerintah daerah. Ia pun mengingat bahwa saat masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Blora, dirinya ikut mengusulkan sejumlah kebutuhan pembangunan untuk wilayah Randublatung.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa kedekatan Aminudin dengan Randublatung tidak dibangun saat musim politik saja. Ia menganggap kawasan ini sebagai bagian penting dari medan pengabdiannya. Karena itu, setiap ada kegiatan kedewanan ke Randublatung, ia mengaku selalu memprioritaskannya. Begitu pula ketika diundang para pendukung, relawan, dan konstituen, ia berusaha hadir secara langsung.
Sikap tersebut kembali tampak dalam agenda silaturahmi Ramadan yang ia jalani di Randublatung. Selain menyerahkan bantuan alat musik kadroh, owner Galaksi TV itu juga melanjutkan kegiatan dengan memberikan santunan kepada beberapa anak yatim. Malam harinya, ia menunaikan salat tarawih di Masjid Taqwa Randublatung, lalu menghadiri lomba tek-tek yang digelar komunitas Blogmed di halaman masjid setempat.

Rangkaian kegiatan itu memperlihatkan satu hal yang penting dalam politik lokal: kehadiran. Aminudin tidak hanya datang sebagai pejabat legislatif, tetapi juga sebagai figur politik yang berupaya menjaga kedekatan sosial dengan basis konstituennya.
Dalam konteks itu, Randublatung bukan hanya daerah pemilihan, melainkan ruang pertemuan antara aspirasi, loyalitas, dan rekam jejak pengabdian. Di jagad politik yang sering diwarnai mobilisasi sesaat, pengakuan Abdullah Aminudin soal Randublatung sebagai dapil keramat menghadirkan makna yang lain. Ada daerah yang tidak sekadar memberi suara, tetapi juga memberi jalan. Ada wilayah yang bukan hanya menjadi basis dukungan, melainkan menjadi sumber energi politik yang terus hidup.
Dan bagi Abdullah Aminudin, wilayah itu adalah Randublatung dapil yang, dalam istilahnya sendiri, membuat perjalanan politik terasa lebih beruntung. (@bangsar26)






Leave a Reply