Galaksi-tv

Menyalakan Kesadaran Publik

APINDO Jateng dan ARAH BARU Pertumbuhan Ekonomi Daerah


KEPENGURUSAN baru APINDO Jawa Tengah di bawah Helmi Tas’an Wartono datang pada momentum penting. Jawa Tengah sedang tumbuh, investasi bergerak, kawasan industri berkembang, dan tenaga kerja produktif melimpah.

Namun, di balik prospek besar itu, APINDO Jateng menghadapi pekerjaan rumah serius: memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi benar-benar menciptakan investasi berkualitas, lapangan kerja layak, industri tangguh, dan pemerataan ekonomi daerah.

Pelantikan DPP APINDO Jawa Tengah periode 2026–2031 tak sekadar pergantian struktur organisasi. Ini adalah awal dari ujian baru dunia usaha di Jawa Tengah. APINDO tidak cukup hanya menjadi mitra pemerintah dalam forum-forum resmi.

Organisasi pengusaha ini harus tampil sebagai aktor strategis yang mampu membaca arah ekonomi, menjembatani kepentingan pengusaha dan pekerja, serta mendorong kebijakan yang memberi kepastian bagi dunia usaha.

Prospek Jawa Tengah memang besar. Pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 disebut mencapai 5,89 persen, berada di atas rata-rata nasional. Jumlah penduduk sekitar 38 juta jiwa, dengan dominasi usia produktif sekitar 68 persen, menjadi modal demografis yang kuat. Sektor industri pengolahan juga menyumbang sekitar 33 persen terhadap PDRB Jawa Tengah. Data ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah memiliki basis ekonomi yang cukup solid untuk menjadi salah satu motor pertumbuhan nasional.

Namun, prospek besar tidak otomatis berubah menjadi kemajuan jika tidak dikelola dengan strategi yang presisi. Kawasan industri seperti Batang, Kendal, Semarang, Demak, hingga Brebes memang membuka ruang pertumbuhan baru.

Tetapi APINDO Jateng harus memastikan investasi yang masuk tidak hanya mengejar lahan murah dan upah kompetitif. Investasi harus diarahkan agar membawa transfer teknologi, memperkuat rantai pasok lokal, menyerap tenaga kerja, dan menciptakan nilai tambah bagi daerah.

Di sinilah peluang besar APINDO Jateng terbuka. APINDO dapat menjadi penghubung antara investor, pemerintah daerah, pelaku industri, UMKM, lembaga pendidikan vokasi, dan serikat pekerja. Jika peran ini dijalankan serius, APINDO bisa menjadi pusat orkestrasi ekonomi daerah. Bukan hanya mengawal kemudahan berusaha, tetapi juga mendorong ekosistem industri yang lebih sehat dan produktif.

Peluang lain terletak pada pengembangan wilayah selatan Jawa Tengah. Selama ini pertumbuhan industri cenderung terkonsentrasi di koridor utara dan kawasan perkotaan. Jika pemerintah provinsi mulai membuka peluang pengembangan kawasan industri baru di wilayah selatan, APINDO harus hadir sejak tahap awal. Peta jalan investasi perlu disusun dengan matang: sektor unggulan, kesiapan infrastruktur, konektivitas logistik, pasokan energi, ketersediaan tenaga kerja, hingga kepastian tata ruang dan perizinan.

Tetapi tantangannya juga tidak ringan. Perlambatan ekonomi global, tekanan geopolitik, perubahan rantai pasok, fluktuasi harga bahan baku, dan dinamika perdagangan internasional bisa langsung memengaruhi dunia usaha di daerah. Industri yang terlalu bergantung pada pasar ekspor tertentu atau bahan baku impor akan rentan. Karena itu, APINDO Jateng perlu mendorong ketahanan industri, diversifikasi pasar, efisiensi produksi, dan penguatan rantai pasok domestik.

Menguasai Teknogi

Tantangan berikutnya adalah kualitas sumber daya manusia. Bonus demografi Jawa Tengah hanya akan menjadi kekuatan jika tenaga kerja memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Jika tidak, usia produktif hanya menjadi angka statistik. Dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang menguasai teknologi, disiplin kerja, kemampuan teknis, literasi digital, dan adaptasi terhadap otomasi. APINDO perlu lebih aktif mendorong kolaborasi dengan SMK, perguruan tinggi, balai latihan kerja, dan industri.

Hubungan industrial juga menjadi pekerjaan rumah penting. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh dibangun dengan mengorbankan pekerja. Sebaliknya, perlindungan pekerja juga harus diletakkan dalam kerangka produktivitas dan keberlanjutan usaha. APINDO perlu membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan serikat pekerja agar isu upah, produktivitas, jaminan kerja, dan kesejahteraan tidak terus menjadi sumber ketegangan.

Pernyataan Helmi bahwa dunia usaha tidak bisa berdiri sendiri menjadi relevan. Kolaborasi memang kunci. Tetapi kolaborasi harus diterjemahkan menjadi agenda konkret: regulasi yang jelas, perizinan yang cepat, infrastruktur yang siap, tenaga kerja yang kompeten, hubungan industrial yang sehat, serta kebijakan investasi yang konsisten.

Naik Kelas

APINDO Jateng juga harus memperluas perhatian kepada pelaku usaha kecil dan menengah. Pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh industri besar. Banyak UMKM dan pelaku usaha lokal masih menghadapi kendala akses pembiayaan, digitalisasi, legalitas, sertifikasi, teknologi produksi, dan akses pasar. Jika APINDO mampu membantu UMKM masuk ke rantai pasok industri besar, dampak ekonominya akan lebih luas.

Investasi yang baik bukan hanya datang membawa modal, tetapi tinggal untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat industri lokal, dan menaikkan kelas ekonomi daerah.”

Helmi Tas’an Wartono harus bisa membawa APINDO Jateng memiliki peluang besar untuk naik kelas. Bukan hanya sebagai organisasi pengusaha, tetapi sebagai kekuatan strategis dalam pembangunan ekonomi Jawa Tengah. Namun, peluang itu hanya bisa diraih jika APINDO bekerja dengan basis data, agenda konkret, dan keberanian mengawal kepentingan dunia usaha secara objektif.

Jawa Tengah membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas. Pertumbuhan yang menyerap tenaga kerja. Pertumbuhan yang memperkuat industri lokal. Pertumbuhan yang merata ke wilayah pinggiran. Pertumbuhan yang memberi ruang bagi pengusaha, pekerja, dan masyarakat untuk sama-sama naik kelas.

Inilah pekerjaan rumah APINDO Jateng: mengubah optimisme menjadi eksekusi, mengubah potensi menjadi produktivitas, dan mengubah investasi menjadi kesejahteraan nyata bagi Jawa Tengah. (@bangsar/01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *