BLORA, GALAKSI. TV.COM : Polsek Ngawen, Blora menunjukkan keseriusannya dalam mendorong perkembangan bola voli putri dengan menggelar Kapolsek Ngawen Cup 2026, turnamen voli putri pertama yang mempertemukan tim-tim potensial dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Blora.
Tidak sekadar memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, ajang ini dirancang sebagai langkah awal pembinaan atlet, penguatan kompetisi, serta penyediaan ruang prestasi bagi generasi muda putri di Kecamatan Ngawen.

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Juni 2026, di Lapangan Bola Voli Polsek Ngawen tersebut diikuti empat tim undangan. Mereka berasal dari Kecamatan Randublatung, Kecamatan Kunduran, Poltekkes Blora, serta tim Kecamatan Ngawen yang menjadi binaan Polsek Ngawen.
Sejak pertandingan semifinal, persaingan berlangsung menarik. Tim putri Randublatung tampil dominan dengan menundukkan Kunduran tiga set langsung, 3-0. Sementara itu, tim tuan rumah Ngawen memastikan tiket final setelah menyapu bersih Poltekkes Blora dengan skor serupa.
Pertandingan puncak berlangsung ketat dan menghibur. Warga memadati sekitar lapangan untuk menyaksikan perjuangan para atlet. Lapangan Polsek Ngawen pun berubah menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat, generasi muda, atlet, dan jajaran kepolisian.
Dipimpin wasit Hendro Priyono dari Blora, seluruh tim menunjukkan permainan kompetitif dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Hasil akhir menempatkan Poltekkes Blora sebagai juara keempat, Kunduran di posisi ketiga, dan tim tuan rumah Ngawen sebagai juara kedua. Tim voli putri Randublatung keluar sebagai kampiun setelah menunjukkan permainan konsisten sejak babak semifinal.
Piala dan hadiah utama berupa sepeda gunung diserahkan langsung oleh Kapolsek Ngawen AKP Lilik Eko Sukaryono, S.H., M.H.
Penyaluran Bakat
Dalam sambutannya, AKP Lilik menegaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 harus diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, tugas Polri bukan hanya melakukan penegakan hukum terhadap narkotika, pencurian, penipuan, korupsi, dan berbagai tindak kriminal lainnya. Polri juga memiliki tanggung jawab besar dalam melakukan pencegahan sejak dini.
“Melalui Kapolsek Ngawen Cup, kami hadir sebagai pengayom masyarakat. Generasi muda harus memiliki ruang untuk menyalurkan bakat dan energinya melalui olahraga, bukan terjerumus dalam narkoba maupun tindakan kriminal,” tegas AKP Lilik.
Ia menjelaskan, nilai kejujuran, kedisiplinan, kerja sama, dan sportivitas yang tumbuh di lapangan merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Kejujuran yang ditanamkan di lapangan merupakan bekal untuk melawan korupsi dan berbagai bentuk kejahatan. Kami ingin membangun generasi yang kuat secara fisik, mental, dan moral,” katanya.
AKP Lilik menambahkan, kedekatan polisi dengan masyarakat merupakan bagian penting dari strategi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Dari lapangan voli ini kami ingin mewujudkan Polri yang tegas terhadap kejahatan, tetapi tetap humanis, dekat, dan mampu merangkul masyarakat dalam upaya pencegahan,” terangnya.
Jadi Kampiun
Pelatih tim voli putri Randublatung, Eko Siswanto, mengaku bersyukur atas keberhasilan anak asuhnya meraih gelar juara pertama.
“Alhamdulillah, tim kami mampu meraih juara pertama. Terima kasih kepada panitia, wasit, dan khususnya Kapolsek Ngawen yang telah membangun kedekatan Polri dengan masyarakat melalui olahraga,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan pelatih tim voli putri Ngawen, Aipda Imam Murdoko, S.H. Meskipun harus puas sebagai juara kedua, ia tetap bangga terhadap perjuangan dan semangat para pemainnya.
Menurut Imam, keberhasilan tim Ngawen tidak terlepas dari latihan disiplin, kerja keras para atlet, serta dukungan penuh Kapolsek Ngawen.
“Kami tidak hanya ingin membentuk atlet berprestasi, tetapi juga generasi yang disiplin, sportif, berbudi luhur, dan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap turnamen Kapolsek Ngawen Cup dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda pembinaan atlet muda putri di Kabupaten Blora.
Turnamen tersebut menegaskan bahwa pengayoman tidak selalu dilakukan melalui ruang pelayanan maupun penegakan hukum. Melalui olahraga, Polri dapat hadir lebih dekat, membangun kepercayaan, menanamkan karakter, sekaligus memperkuat persatuan masyarakat. (@gus/01)











Leave a Reply