Galaksi-tv

Menyalakan Kesadaran Publik

ABU ANAK KRAKATAU Tutup Soetta, PENUMPANG Menumpuk

TANGERANG, GALAKSI TV.COM — Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali memukul sektor transportasi udara. Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, masih ditutup sementara hingga Minggu (6/9/2026) siang setelah abu vulkanik terdeteksi di kawasan bandara. Penutupan yang terus diperpanjang menyebabkan ratusan penerbangan terdampak dan penumpukan calon penumpang di sejumlah terminal.

Berdasarkan pembaruan AirNav Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta masih berstatus closed melalui NOTAM A3346/26, dengan estimasi operasional kembali dibuka pada pukul 13.30 WIB. Penutupan diperpanjang karena sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih dinilai berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

Menumpuk calon penumpang di terminal 3 bandara Soeta akiat di penutupan operasional sementara bandara akibat erupsi abu vulkanik gunung anak Krakatau.

Dampaknya tidak kecil. Data operasional untuk periode pukul 01.30 hingga 13.30 WIB mencatat sedikitnya 301 penerbangan terdampak, terdiri atas 233 penerbangan domestik, 58 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo. Dampak tersebut merupakan akumulasi pembatalan, keterlambatan, pengalihan pendaratan, serta penyesuaian operasional lainnya.

Sebelumnya, hingga periode penutupan pukul 09.30 WIB, Kementerian Perhubungan mencatat 22.798 penumpang terdampak. Sebanyak 209 jadwal penerbangan pada periode tersebut dibatalkan, terdiri atas 160 penerbangan domestik, 39 internasional, dan 10 penerbangan kargo.

Penutupan dilakukan setelah pemeriksaan atau paper test pada Minggu dini hari, pukul 00.35–01.05 WIB, menunjukkan hasil positif adanya indikasi abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta. Pemeriksaan lanjutan pada pukul 06.05–06.35 WIB kembali menunjukkan hasil positif. Kondisi itu membuat penutupan yang semula diberlakukan hingga pukul 05.30 WIB terus diperpanjang.

Di Terminal 3, dampak penutupan sudah terlihat sejak Minggu pagi. Sekitar pukul 07.00 WIB, antrean calon penumpang memadati area konter check-in. Kursi tunggu tidak mampu menampung seluruh penumpang sehingga sebagian terpaksa menunggu dan duduk di lantai.

Salah seorang calon penumpang tujuan China, Emi, mengaku penerbangannya tertunda. Hingga berada di terminal, ia belum memperoleh kepastian mengenai jadwal pengganti setelah penerbangannya dibatalkan.

Emi memilih tetap bertahan di bandara sambil menunggu informasi terbaru mengenai status penerbangan dan kemungkinan dibukanya kembali operasional Soekarno-Hatta.

Emi salah satu penumpang yang ikut tertunda keberangkatannnya ke China.

Meski pengumuman penutupan telah disampaikan, antrean panjang masih terlihat di sejumlah konter. Penumpang terus berupaya memperbarui informasi penerbangan masing-masing di tengah pengumuman mengenai penghentian sementara aktivitas penerbangan demi keselamatan.

Manajemen Bandara Soekarno-Hatta telah mengaktifkan Service Recovery Action (SRA). Penanganan meliputi penyediaan makanan dan minuman ringan, area istirahat, posko di Terminal 1B, serta koordinasi penyediaan bus menuju hotel bagi penumpang tertentu melalui maskapai. Pengelola juga meminta calon penumpang memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.

AirNav Indonesia melalui Indonesia Network Management Center terus memantau kondisi ruang udara dan pergerakan sebaran abu vulkanik. Pembukaan kembali bandara akan bergantung pada hasil evaluasi keselamatan dan kondisi abu vulkanik terbaru.

Dengan ratusan penerbangan terdampak dan puluhan ribu penumpang menghadapi perubahan jadwal, erupsi Anak Krakatau kini bukan hanya persoalan aktivitas vulkanik di Selat Sunda. Dampaknya telah menjalar langsung ke salah satu simpul penerbangan tersibuk Indonesia. (@maston/01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *