Galaksi-tv

Menyalakan Kesadaran Publik

Audit Digital JADI BENTENG Bank Jateng

SEMARANG, GALAKSI-TV.COM — Bank Jateng memperkuat sistem pertahanan terhadap risiko kecurangan dengan mentransformasi fungsi audit internal berbasis risiko, analitik data, dan kecerdasan buatan. Langkah ini diarahkan untuk mendeteksi penyimpangan sejak dini sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap bank milik pemerintah daerah tersebut.

Komisaris Utama Independen Bank Jateng, Adnas, mengatakan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) tidak lagi hanya berfungsi sebagai pemeriksa, tetapi juga menjadi mitra strategis manajemen dalam memastikan tata kelola, pengendalian internal, dan manajemen risiko berjalan efektif.

Dalam kerangka Three Lines Model, SKAI berada pada lini ketiga yang bekerja secara independen dan objektif. Posisi tersebut dinilai krusial untuk memastikan dua lini sebelumnya mampu menjalankan pengendalian risiko serta kepatuhan secara konsisten.

“Kami memastikan SKAI bekerja secara independen, kompeten, dan memiliki akses informasi yang memadai sesuai POJK Nomor 1 Tahun 2019,” kata Adnas di Semarang, Senin, 13 Juli 2026.

Menurut dia, paradigma audit harus bergerak dari pola pemeriksaan konvensional menuju risk-based audit yang berkelanjutan, preventif, berbasis analisis data, serta mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

SKAI Bank Jateng juga telah menerapkan Fraud Risk Assessment untuk menentukan prioritas audit berdasarkan tingkat risiko kecurangan tertinggi. Pemetaan profil risiko dilakukan secara lebih aktual guna membaca potensi anomali dan perkembangan modus operandi di lapangan.

“Pemetaan risiko secara real-time diperlukan agar potensi fraud tidak baru diketahui setelah menimbulkan kerugian,” tegasnya.

Bank Jateng juga mendorong pemanfaatan teknologi analitik data dan kecerdasan buatan dalam proses audit. Teknologi tersebut digunakan untuk melakukan pemindaian silang terhadap transaksi serta mengidentifikasi pola yang menyimpang dari karakteristik normal.

Selain itu, optimalisasi Early Warning System pada lini kedua terus diperkuat agar pelanggaran prosedur dapat ditemukan sejak tahap awal.

“Pengawasan modern harus mampu bergerak lebih cepat daripada modus kecurangan. Karena itu, sistem audit harus berbasis data, terintegrasi, dan memiliki kemampuan deteksi dini,” ujar Adnas.

Dalam penerapan strategi anti-fraud sesuai POJK Nomor 12 Tahun 2024, Bank Jateng juga memperkuat koordinasi antara SKAI, Divisi Enterprise Risk Management, Divisi Kepatuhan, serta unit operasional.

Adnas menegaskan, teknologi dan sistem pengawasan tidak akan berjalan optimal tanpa integritas sumber daya manusia. Bank Jateng karena itu terus mendorong pelatihan integritas, peningkatan budaya sadar risiko, serta sertifikasi kompetensi bagi auditor internal.

“Mitigasi fraud bukan hanya persoalan sistem, tetapi juga menyangkut integritas manusia yang menjalankannya. Kepercayaan publik harus dijaga melalui pengawasan yang independen, profesional, dan berkelanjutan,” katanya.

Transformasi audit internal tersebut menjadi bagian dari strategi Bank Jateng dalam memperkuat tata kelola perusahaan, melindungi aset, menjaga reputasi, dan membangun industri perbankan daerah yang sehat serta berkelanjutan. (@GUS/01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *