BLORA, GALAKSI-TV.COM : Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, SH, SIK, MH menegaskan Polres Blora telah menyiapkan pengamanan menyeluruh menjelang aksi unjuk rasa petani tebu di Alun-Alun Blora, Kamis, 2 April 2026.
Dikatakan AKBP Wawan, aspirasi dipersilakan disampaikan, tetapi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat tidak boleh terganggu.

Jajaran Polres Blora sudah menyusun rencana pelayanan pengamanan untuk mengawal jalannya aksi. Langkah itu juga diperkuat dengan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi kegiatan.
“Polres sudah siapkan susun rencana pelayanan pengamanan demo besok,” tegas AKBP Wawan semalam saat dihubungi wartawan Galaksi-TV.COM terkait rencana aksi demo 3000 petani tebu di alun-alun Blora, Kamis (2/4/2026)
Selain pengamanan teknis di lapangan, Polres Blora juga melakukan koordinasi dengan kepala daerah serta para pemangku kepentingan terkait. Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan aksi berjalan tertib dan pelayanan pengamanan berlangsung optimal.
“Dan juga sudah lakukan upaya rekayasa lalu lintas untuk mencegah terjadi kemacetan saat demo. Koordinasi dengan kepala daerah dan stakeholder terkait untuk kelancaran giat pelayanan pengamanan,” ujarnya.
Siapkan Mitigasi
Kapolres menambahkan, mitigasi juga telah dilakukan kepada para pihak yang akan turun dalam aksi. Ia mengingatkan, penyampaian aspirasi merupakan hak warga negara, tetapi harus dilaksanakan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab.
“Kami lakukan mitigasi kepada para pihak aksi demo untuk tetap menjaga kondusifitas,” katanya.
Sampai Rabu malam, 1 April 2026, situasi di wilayah Todanan yang dikenal sebagai salah satu basis petani tebu dilaporkan masih aman dan terkendali. Polisi juga belum melihat adanya konsentrasi massa dalam jumlah besar.
“Tidak ada kumpul-kumpul masyarakat,” ungkap Kapolres.
Ia pun menyampaikan pesan terbuka kepada para petani tebu agar aksi dilakukan secara damai dan tidak menimbulkan gangguan terhadap kamtibmas. Menurutnya, ruang demokrasi harus dijaga, tetapi ketenangan daerah juga wajib dipelihara bersama.
“Silakan sampaikan suara aspirasi para petani tebu, dan yang terpenting jaga kamtibmas dan kondusifitas bersama-sama. Blora adem ayem,” tegasnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Polres Blora memilih pendekatan pengamanan yang tegas tetapi humanis. Aspirasi masyarakat tetap dihormati, namun ketertiban umum, kelancaran lalu lintas, dan situasi daerah yang aman tetap menjadi prioritas utama. (@bangsar26/01)












Leave a Reply