
BLORA, GALAKSI-TV.COM : Pemerintah Kabupaten Blora menekan inflasi pangan bukan dengan imbauan, tetapi dengan kewajiban dan pengawasan. Program GEMAR (Gerakan Memanfaatkan Pekarangan) akan dilaunching Bupati Arief Rohman pada Rabu, 28 Januari 2026 di kantor DP4 Blora.
Sebanyak 201 orang ASN DP4 diperintahkan memanfaatkan pekarangan produktif dari cabai, sayur, buah, TOGA, sampai ayam dan ikan, sebagai teladan gerakan ketahanan pangan berbasis keluarga.

Peluncuran GEMAR menjadi sinyal bahwa Pemkab Blora memilih pendekatan yang paling dekat dengan dapur warga: memperbanyak pasokan dari sumber kecil, tetapi masif. Kepala DP4 Blora Ngaliman, SP, M.MA menegaskan, GEMAR dirancang sebagai langkah konkret untuk menekan gejolak harga pangan sekaligus memperkuat agenda swasembada.
“Program GEMAR ini merupakan upaya konkret DP4 Kabupaten Blora dalam mendukung pengendalian inflasi daerah sekaligus menuju swasembada pangan,” kata Ngaliman kepada Galaksi-TV.Com yang menemui di kantornya Selasa (27/1/2026)
Berbeda dari program kampanye yang biasanya berhenti di ajakan, GEMAR dibuat dengan desain yang tegas: wajib, dimonitor, dan dilombakan. Seluruh ASN DP4 diminta menjadi barisan awal pembuktian bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari pekarangan.
“Melalui program ini, seluruh ASN DP4 sebanyak 201 orang diwajibkan untuk memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing secara produktif,” tegas Ngaliman.
Skema pemanfaatan pekarangan yang didorong mencakup komoditas yang langsung bersentuhan dengan inflasi harian, terutama cabai, serta sumber protein murah berbasis rumah tangga.
“Pemanfaatan pekarangan tersebut meliputi penanaman cabai, tanaman pangan, sayuran, buah-buahan, tanaman obat keluarga, serta pemeliharaan ayam atau unggas dan budidaya ikan,” lanjutnya.
Jaga Program Jalan
Tantangan klasik gerakan ketahanan pangan adalah konsistensi. DP4 mencoba menutup celah itu dengan pengawasan rutin dan insentif sosial melalui lomba.
“Setelah launching, kami perintahkan seluruh ASN DP4 untuk segera melaksanakan GEMAR. Pelaksanaannya akan kami monitoring setiap bulan, dan sebagai bentuk motivasi, program ini juga akan kami lombakan. Pekarangan yang terbaik akan diberikan penghargaan dan hadiah,” ujar Ngaliman.
Secara kebijakan, model ini menyasar dua hal sekaligus: memastikan program berjalan, dan membangun kultur baru di internal pemerintah, ASN tidak hanya mengurus sektor pangan dari kantor, tetapi ikut mempraktikkan.
Momentum launching GEMAR juga dibarengi dua penguatan internal DP4: dukungan rehabilitasi fasilitas kantor dan bantuan kendaraan untuk penyuluh pertanian. Ngaliman menyebut, dukungan anggaran Bupati dipakai untuk rehabilitasi lantai dua kantor DP4 yang menjadi ruang rapat dan kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Blora, karena telah memberikan dukungan anggaran untuk rehabilitasi lantai dua Kantor DP4,” jelasnya.
Selain itu, Bupati juga dijadwalkan menyerahkan bantuan sepeda motor untuk penyuluh pertanian, bagian penting dari mata rantai produktivitas karena penyuluh berada di garis depan pendampingan petani.
“Bapak Bupati Blora juga berkenan menyerahkan bantuan sepeda motor kepada para penyuluh pertania, ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan nyata dalam mendampingi petani di lapangan,” ujarnya.
Agenda Nasional
DP4 mengaitkan GEMAR dengan orientasi program pangan nasional. Dalam laporan yang sama, Ngaliman menekankan posisi penyuluh dan program DP4 sebagai penguat agenda swasembada pangan nasional.
“Bapak Bupati Blora terus memfasilitasi penyuluh pertanian guna mendukung program Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dalam mempertahankan dan memperkuat swasembada pangan nasional,” ucapnya.
Dalam acara yang sama, DP4 juga membawa kabar reputasi kelembagaan: inovasi SIPBRO dan GESEKU menjadi finalis Top Inovasi Pelayanan Publik tingkat nasional dari Kementerian PANRB. Pengakuan ini, tandas Ngaliman, menjadi alasan DP4 terus mendorong inovasi berbasis dampak nyata.
“Penghargaan dari Kementerian PANRB… inovasi SIPBRO dan GESEKU berhasil menjadi finalis Top Inovasi Pelayanan Publik tingkat nasional. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi,” ujarnya.
Menurut Ngaliman GEMAR akan terlihat hasilnya jika indikatornya jelas dan konsisten. Minimal ada tiga ukuran yang bisa dipakai DP4 sejak bulan pertama adalah Tingkat kepatuhan 201 ASN (berapa yang benar-benar menanam/ternak/ikan, bukan sekadar dokumentasi).
Output pekarangan (panen cabai/sayur, telur/ayam, ikan—berapa frekuensi dan volumenya). Dan Efek pengeluaran rumah tangga (apakah kebutuhan cabai/sayur/protein berkurang belinya, terutama saat harga naik).
“Kami berharap program GEMAR ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi ASN, masyarakat, serta ketahanan pangan Kabupaten Blora,”jelasnya. (@bangsar26/01)

