Pemkab Didorong Tak Hanya Mengejar Gedung, tapi Menyiapkan Ekosistem Kota Kampus
BLORA, GALAKSI-TV.COM – Rencana pendirian Kampus Universitas Negeri Yogyakarta atau UNY di Kabupaten Blora mulai memasuki tahap teknis yang menentukan. Lahan seluas 8,7 hektare milik Pemerintah Kabupaten Blora di depan Pasar Rakyat Sido Makmur disiapkan untuk disulap menjadi kawasan pendidikan tinggi.
Jika berjalan sesuai target, pembangunan tahap awal dimulai pada 2026 dan angkatan pertama mahasiswa mulai masuk pada 2027.

Kehadiran kampus UNY di Blora tak hanya proyek pendidikan. Lebih jauh, proyek ini berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru, terutama bagi sektor perdagangan, jasa kos, transportasi, kuliner, UMKM, hingga transformasi sosial masyarakat sekitar.
Namun, peluang besar itu juga menuntut kesiapan tata ruang, infrastruktur jalan, sistem lalu lintas, layanan publik, dan daya dukung lingkungan.
Percepatan pendirian kampus tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, di Ruang Rapat Wakil Bupati Blora, Senin (25/5/2026).
Rapat itu membahas penyelesaian sejumlah dokumen perizinan dan administrasi sebagai syarat pendirian kampus. Salah satu dokumen penting yang menjadi perhatian adalah Berita Acara Serah Terima atau BAST hibah tanah dari Pemkab Blora kepada pihak UNY.
Hadir dalam rapat tersebut Prof. Dr. Ir. Slamet Widodo, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., Direktur Direktorat Prasarana, Sarana, dan Aset UNY, bersama jajaran rektorat. Dari unsur Pemkab Blora, hadir sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, antara lain DPMPTSP, Rumkimhub, BPPKAD, PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Hukum, dan Bagian Pemerintahan Setda Blora.
Berbagi Tugas
Wakil Bupati Sri Setyorini meminta seluruh perangkat daerah dan pihak terkait tidak bekerja lambat. Menurutnya, dokumen yang masih dapat diproses harus segera diselesaikan agar target pendirian kampus tidak berhenti pada wacana administratif.
“Tolong ada percepatan. Berkas apa yang bisa dikerjakan saat ini segera diselesaikan,” ujar Sri Setyorini, yang akrab disapa Budhe Rini.
Beberapa dokumen yang menjadi fokus percepatan meliputi penyusunan BAST, Nomor Induk Berusaha atau NIB, KBLI, analisis dampak lalu lintas atau amdalalin, rekomendasi Lahan Sawah Dilindungi atau LSD, hingga persetujuan lingkungan.
Untuk mempercepat proses, Pemkab Blora dan UNY membagi tugas pengurusan administrasi. Pengurusan BAST dan sertifikat akan ditangani pihak UNY, sedangkan draft BAST serta pelimpahan aset disiapkan oleh Pemkab Blora.
Budhe Rini berharap proses pengurusan dokumen dasar mulai dipercepat pada awal Juni 2026. Dengan demikian, tahapan pembangunan fisik dan persiapan operasional kampus dapat segera berjalan.
Dalam rapat tersebut, perwakilan rektorat UNY menyampaikan bahwa Kampus UNY Blora direncanakan membuka lima program studi. Setiap program studi diperkirakan menerima sekitar 60 mahasiswa per angkatan.
Dengan skema tersebut, jumlah mahasiswa baru diproyeksikan mencapai sekitar 300 orang setiap tahun. Dalam lima tahun, populasi mahasiswa di Kampus UNY Blora diperkirakan dapat mencapai sekitar 1.500 orang.
Angka tersebut dinilai cukup signifikan bagi Blora. Kehadiran ratusan hingga ribuan mahasiswa baru berpotensi mengubah wajah kawasan sekitar Pasar Sido Makmur. Aktivitas ekonomi harian diperkirakan akan tumbuh dari kebutuhan tempat tinggal, makanan, transportasi, fotokopi, percetakan, jasa digital, laundry, hingga kebutuhan ritel mahasiswa.
Kebijakan Jelas

Namun, dampak ekonomi itu tidak otomatis jatuh ke tangan masyarakat lokal jika tidak disiapkan sejak awal. Pemkab Blora perlu memastikan pelaku UMKM, warga sekitar, pemilik usaha kecil, dan tenaga kerja lokal masuk dalam rantai ekonomi kampus. Tanpa desain kebijakan yang jelas, kawasan kampus bisa tumbuh, tetapi manfaat ekonominya hanya dinikmati kelompok tertentu.
Selain dampak ekonomi, keberadaan Kampus UNY juga membawa konsekuensi sosial. Blora akan menerima arus mahasiswa dari berbagai daerah. Kondisi ini dapat memperkaya dinamika sosial, memperluas akses pendidikan, dan mendorong budaya akademik baru. Di sisi lain, pemerintah daerah juga perlu mengantisipasi kebutuhan pengelolaan kawasan, keamanan, transportasi, ruang publik, dan adaptasi sosial masyarakat.
Kampus UNY Blora pada tahap awal direncanakan dibangun dengan fokus pada gedung empat lantai. Pembangunan fisik ditargetkan mulai tahun 2026, sedangkan penerimaan mahasiswa baru ditargetkan mulai tahun 2027.
Jika terealisasi sesuai jadwal, pendirian kampus ini dapat menjadi salah satu investasi peradaban penting bagi Blora. Bukan sekadar menghadirkan gedung pendidikan tinggi, tetapi membuka peluang lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan perubahan orientasi pembangunan daerah dari sekadar eksploitasi sumber daya menuju penguatan kapasitas pengetahuan. (@maston/01)















Leave a Reply