SEMARANG, GALAKSI TV.COM: Transformasi pengelolaan sampah berbasis kecerdasan buatan mengantarkan Kota Semarang menembus 30 inovasi perkotaan terbaik dunia dalam 7th Guangzhou International Award for Urban Innovation 2026. Capaian tersebut menegaskan bahwa teknologi mulai menjadi instrumen strategis pemerintah daerah untuk menjawab persoalan lingkungan secara terukur, cepat, dan berkelanjutan.
Inovasi bernama AISSA atau Artificial Intelligence Solusi Sampah itu terpilih sebagai salah satu dari 30 Exemplary Initiatives, setelah bersaing dengan 381 inovasi yang diajukan 248 kota dari 60 negara.
Pengumuman disampaikan dalam rangkaian 2026 United Cities and Local Governments World Congress di Tangier, Maroko, pada akhir Juni 2026.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pencapaian tersebut bukan sekadar simbol prestasi, melainkan pengakuan internasional terhadap arah transformasi pembangunan Kota Semarang.
“Penghargaan ini adalah pengakuan terhadap kerja bersama seluruh elemen Kota Semarang dalam membangun pemerintahan yang responsif, inovatif, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat,” kata Agustina di Semarang.
AISSA dikembangkan sebagai sistem pengelolaan sampah berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan efektivitas pemantauan, analisis, dan penanganan sampah secara terintegrasi.
Melalui sistem tersebut, pemerintah kota berupaya membangun tata kelola lingkungan yang lebih adaptif, berbasis data, serta mampu mempercepat respons terhadap persoalan sampah di wilayah perkotaan.
Menurut Agustina, kota maju tidak cukup hanya diukur melalui pembangunan infrastruktur fisik. Kemajuan juga ditentukan oleh kemampuan pemerintah menghadirkan solusi yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kota yang maju bukan hanya yang mampu membangun infrastruktur, tetapi juga yang mampu menghadirkan solusi cerdas bagi kehidupan warganya,” ujarnya.
Guangzhou International Award for Urban Innovation merupakan penghargaan inovasi perkotaan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Guangzhou bersama United Cities and Local Governments serta Metropolis, jaringan kota-kota besar dunia.
Penghargaan tersebut diberikan kepada pemerintah kota yang mampu menghadirkan terobosan dalam tata kelola pemerintahan, transformasi digital, pelayanan publik, lingkungan hidup, ketahanan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.
Pada penyelenggaraan ketujuh, AISSA berhasil melewati proses seleksi Komite Teknis yang terdiri atas sembilan pakar internasional.
Agustina menegaskan, pemanfaatan kecerdasan buatan tidak boleh berhenti sebagai simbol modernisasi teknologi. Sistem digital harus menghasilkan manfaat konkret, mulai dari percepatan pelayanan hingga peningkatan kualitas lingkungan.
“Kami ingin memastikan setiap inovasi benar-benar memberikan manfaat bagi warga. Teknologi harus menjadi alat untuk mempercepat pelayanan, menjaga lingkungan, meningkatkan efisiensi pemerintahan, dan menjadikan Kota Semarang semakin nyaman, bersih, dan berdaya saing,” katanya.
Pengakuan internasional tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Semarang untuk memastikan AISSA tidak berhenti pada capaian penghargaan, tetapi mampu diterapkan secara konsisten dan menghasilkan perbaikan nyata dalam sistem pengelolaan sampah.
Keberhasilan implementasi akan ditentukan oleh akurasi data, kesiapan infrastruktur, integrasi antarorganisasi perangkat daerah, serta keterlibatan masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya.
AISSA kini menjadi bagian dari agenda transformasi digital Pemerintah Kota Semarang menuju tata kelola lingkungan yang lebih cerdas, efektif, dan berkelanjutan. (@GUS/01)






Leave a Reply