Galaksi-tv

Menyalakan Kesadaran Publik

Ecodiamonk GENJOT JARINGAN Pasar Pantura

“Kami tidak sekadar memperluas pasar, tetapi membangun jaringan usaha yang sehat, produktif, dan memberi manfaat untuk masyarakat luas.” Kyai Achadi

DEMAK, GALAKSI-TV.COM : BIGPRO Ecodiamonk semakin agresif memperkuat pasar herbal di Jawa Tengah bagian utara dan timur dengan mengedepankan edukasi, pelayanan konsumen, serta sistem kemitraan yang membuka potensi pendapatan baru.

Kyai Achadi bersama tim BIGPRO Ecodiamonk Demak-Grobogan.

Direktur Tim BIGPRO Ecodiamonk Wilayah Jawa Tengah Timur–Utara, Kyai Achadi, mengatakan perluasan pasar dilakukan melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, edukasi produk, penguatan jaringan mitra, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Setelah Grobogan, Pati, dan Blora mulai berkembang, kami akan memperkuat pemasaran di Jepara, Kudus, Rembang, dan wilayah lain. Targetnya bukan sekadar menjual produk, tetapi membangun jaringan usaha yang berkelanjutan,” kata Achadi.

Achadi merupakan warga Desa Pilang Wetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. Ia mengaku telah menjalankan bisnis BIGPRO selama sekitar tiga tahun dari total empat tahun masa keanggotaannya. Menurutnya, bisnis tersebut memberikan perubahan signifikan terhadap aktivitas ekonomi dan jaringan sosial yang dibangunnya.

Ia menyebut memperoleh pendapatan dari penjualan dan pengembangan jaringan, termasuk insentif kendaraan berupa sepeda motor Yamaha NMAX. Capaian tersebut, menurut Achadi, menjadi motivasi untuk memperluas jaringan mitra di Jawa Tengah.

“Dalam waktu sekitar tiga tahun, saya merasakan perkembangan yang sangat cepat. Saya memperoleh pendapatan harian, bulanan, insentif berulang, dan bonus kendaraan. Bagi saya, hasil itu diperoleh melalui konsistensi membangun jaringan dan mendampingi mitra,” ujarnya.

Edukasi dan Silaturahmi

Dalam mengembangkan pemasaran, Achadi menekankan tiga prinsip utama, yakni memberikan informasi produk secara bertanggung jawab, membangun peluang ekonomi, dan memperluas silaturahmi.

H. Toha & Widodo tim BIGPRO Ecodiamonk Demak-Grobogan bersama member Bigpro Ecodiamonk

Ia menilai bisnis produk herbal memiliki potensi besar karena kesadaran masyarakat terhadap pemeliharaan kesehatan terus meningkat. Namun, pemasaran tetap harus dilakukan secara etis, tanpa memberikan janji kesembuhan yang berlebihan.

“Kami mengedepankan niat membantu masyarakat, membangun penghasilan, dan memperluas silaturahmi. Produk harus diperkenalkan dengan informasi yang jelas agar masyarakat dapat mengambil keputusan secara rasional,” katanya.

Berdasarkan materi promosinya, Ecodiamonk merupakan produk jamu berbentuk cair yang mengandung ekstrak daun sirsak, daun kelor, dan buah luo han kuo atau buah monk. Produk tersebut dipasarkan oleh PT Bayu Insan Gemilang Profitindo dan mencantumkan nomor registrasi BPOM TR202601521 serta sertifikasi halal ID00310001333120922.

Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Mitra

Untuk mempercepat penetrasi pasar, tim BIGPRO Ecodiamonk  berencana memperkuat kolaborasi dengan komunitas, pelaku usaha, serta jaringan media lokal di wilayah Pantura Timur Jawa Tengah.

Menurut Achadi, media lokal memiliki posisi strategis karena memahami karakter masyarakat, pola konsumsi, serta kondisi sosial ekonomi setiap daerah.

H.Toha tim Bigpro Ecodiamonk bersama Bambang Sadono wartawan senior dan tokoh publik di Jawa Tengah

“Kami berharap dapat berkolaborasi dengan insan media untuk menyampaikan informasi produk dan peluang kemitraan secara lebih luas. Fokus kami tidak berhenti di Blora atau Grobogan, tetapi berkembang ke seluruh Indonesia, bahkan pasar internasional,” ujarnya.

BIGPRO juga membuka peluang bagi masyarakat untuk bergabung sebagai anggota, mitra penjualan, maupun afiliator. Skema tersebut diarahkan untuk memperluas distribusi sekaligus menciptakan tambahan pendapatan bagi mitra.

Achadi menegaskan bahwa keberhasilan dalam bisnis jaringan tetap bergantung pada aktivitas penjualan, kemampuan membangun pasar, kualitas pendampingan, serta konsistensi masing-masing mitra.

“Tidak ada hasil tanpa proses. Mitra harus aktif belajar, memahami produk, menjaga kepercayaan konsumen, dan menjalankan usaha secara konsisten,” paparnya (Adv/01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *