Halal Bihalal Kelurga Besar H.Maksum- Hj. Supatriatun

BLORA, GALAKSI-TV.COM : DALAM putaran arus perubahan yang kian cepat, tradisi silaturahmi tetap menemukan ruangnya yang hangat dan penuh makna. Hal itu tercermin dalam kegiatan Halal Bihalal keluarga besar Bani Maksum yang digelar di Graha Nusantara, Minggu (22/3/2026) yang dihadiri sekitar 250 anggota keluarga lintas generasi.
Momentum ini tidak sekadar temu kangen, melainkan juga menjadi ruang memperkuat nilai kebersamaan, persatuan, dan harapan masa depan.

Acara yang diinisiasi oleh keluarga besar almarhum H. Maksum dan Hj. Supatriatun yaitu H Abdullah Aminudin (cucu H.Maksum) ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Tawa, cerita lama, hingga doa bersama menjadi warna yang mempererat hubungan antar anggota keluarga besar yang tersebar di berbagai daerah.
H. Abdul Ghoni dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapan besar kepada masyarakat Blora agar terus menjaga persatuan dan kesatuan. Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan almarhum H. Maksum harus tetap menjadi pegangan hidup.
“Pesan setiti-ati yang selalu diwanti-wanti oleh almarhum akan terus kami jaga dan wariskan. Itu menjadi dasar dalam membangun kehidupan yang rukun dan harmonis,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi masyarakat agar tentrem dan gemah ripah loh jinawi—sebuah cita-cita kesejahteraan yang tidak hanya bersifat material, tetapi juga spiritual dan sosial.
Pesan Khusus

Dalam kesempatan tersebut, H. Abdul Ghoni turut menyampaikan pesan khusus kepada adiknya, H. Abdullah Aminudin, yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Ia berharap peran tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Blora di tingkat provinsi.
“Semoga bisa membawa kemajuan bagi Blora, sehingga masyarakatnya semakin sejahtera, tenteram, dan makmur,” tambahnya.
H. Abdullah Aminudin menyampaikan bahwa Halal Bihalal keluarga besar Bani Maksum bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum refleksi nilai-nilai kehidupan.
“Hikmah yang bisa kita ambil adalah bagaimana kita menjemput kebersamaan dan keberkahan melalui silaturahmi. Dari sini kita belajar saling menguatkan, saling mendoakan, dan menjaga hubungan kekeluargaan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa akar keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat. Oleh karena itu, menjaga hubungan antar anggota keluarga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menegaskan bahwa di balik tradisi yang sederhana, tersimpan kekuatan besar untuk merawat nilai kemanusiaan. “Silaturahmi bukan hanya tentang bertemu, tetapi tentang menyambung hati, mempererat ikatan, dan menjaga warisan nilai yang tak lekang oleh waktu, ” tambahnya. (M@ston26/01)
















Leave a Reply