Galaksi-tv

Menyalakan Kesadaran Publik

PADMASARI Baca ARAH ANGIN 2029: GOLKAR Jangan Terlambat JEMPUT MOMENTUM

BLORA, GALAKSI-TV.COM : Pemilu 2029 memang belum di depan mata. Namun dalam politik, kemenangan justru sering ditentukan jauh sebelum hari pencoblosan tiba. Saat sebagian orang masih menganggap kontestasi itu terlalu jauh untuk dibicarakan, Padmasari Mestikajati memilih membaca arah angin lebih awal.

Dari Blora, ia melempar sinyal keras kepada seluruh kader, “Di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia, Golkar tidak boleh sekadar percaya diri, tetapi harus mulai bekerja lebih cepat, lebih rapi, dan lebih terukur bila ingin benar-benar menjadi kekuatan pemenang, tegasnya.

Padmasari bersama Siswanto Ketua dan kader Golkar Blora

Padmasari yang juga Legislator Gedung Berlian Jawa Tengah menegaskan hal itu saat berbicara dalam forum internal Partai Golkar di Gedung DPD Golkar Kabupaten Blora, Minggu, 15 Maret 2026. Padmasari meminta jajaran Golkar Jateng, khususnya di Blora untuk berhenti berpikir pendek dan mulai menata pertarungan 2029 dari sekarang.

Ia menyampaikan optimisme bahwa Golkar dapat meraih hasil lebih besar pada Pemilu 2029, sembari menilai Bahlil Lahadalia sebagai figur cerdas yang membawa angin segar bagi elektabilitas

Sosok Vital

Padmasari bersama pengurus Golkar Blora

Padmasari secara eksplisit menyebut Bahlil sebagai sosok yang cerdas, bukan karena pencitraan yang dibuat-buat, melainkan karena kepemimpinannya dinilai mampu menghadirkan daya dorong baru bagi partai.

Ia juga menyebut Bahlil sebagai salah satu menteri vital yang tengah menjadi sorotan publik dan memiliki tingkat popularitas tinggi. Dalam bahasa politik, ini bukan pujian biasa. Ini adalah penegasan bahwa figur nasional dapat dikonversi menjadi kapital elektoral, asalkan struktur partai di daerah sanggup menangkap momentum tersebut.

Padmasari juga mengingatkan kader agar tidak terjebak pada ilusi waktu. “Jangan merasa pemilu masih lama lalu menunda konsolidasi, ‘’ tandasnya.  Ia bahkan menyinggung panjangnya proses perjuangan politik, dengan menekankan bahwa perubahan besar tidak lahir dari kerja dadakan, melainkan dari ikhtiar yang dijaga bertahun-tahun.

Pertarungan 2029, dalam cara pandang Golkar, sesungguhnya sudah dimulai hari ini, ‘’ jelasnya.

Pengalaman Bertarung

Padmasari saat memberikan arahan perjuangan partai kepada para Kader Partai Golkar Blora

Padmasari juga mengaitkannya dengan perjalanan elektoral Golkar dari 2009 hingga 2024. Ia menyinggung fase perpecahan, dinamika internal, hingga kondisi ketika Golkar kembali menang dan menambah suara.

Partai Golkar memiliki memori politik, pengalaman bertarung, dan modal organisasi untuk bangkit lebih besar. Dengan kata lain, target 2029 diposisikan bukan sebagai fantasi, tetapi sebagai kelanjutan dari tren yang menurutnya sudah mulai terbaca.

Yang juga menonjol dari pernyataan itu adalah upaya membingkai Golkar sebagai partai yang tidak hanya bicara kemenangan, tetapi juga soal inklusivitas kepemimpinan.

Padmasari menyoroti dominasi kehadiran kader perempuan dalam forum yang diikutinya, yang menurutnya mencapai sekitar 60 sampai 70 persen. Ia lalu menghubungkan fakta itu dengan posisi strategis kader perempuan Golkar di tingkat pusat, termasuk penunjukan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI. Bagi Padmasari, ini adalah bukti bahwa partai memberi ruang konkret, bukan sekadar slogan, bagi kepemimpinan perempuan.

Dalam konteks politik Jawa Tengah, pernyataan Padmasari ini memiliki makna yang lebih dalam. Jateng bukan wilayah yang mudah ditaklukkan secara politik. Ia adalah arena dengan sejarah kompetisi yang ketat, basis sosial-politik yang majemuk, dan dinamika elektoral yang sangat dipengaruhi kerja akar rumput.

Karena itu, menurut Padmasari berbicara tentang peluang menjadi pemenang di kabupaten, sesungguhnya, hanya mungkin dicapai bila ada konsolidasi vertikal yang nyata dari provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa. “Optimisme  harus disandingkan dengan konsolidasi yang terus dilakukan sampai level desa,’’ tambahnya.

Harus Menjempunya

Padmasari saat memberikan sambutan apada acara silahturahim dengan pengurusa dan kader Golkar Blora di kantor DPD Golkar Blora

Di sinilah esensi pesan Padmasari menjadi relevan. Politik tidak cukup digerakkan oleh popularitas figur pusat. Ia harus ditopang oleh disiplin mesin partai di bawah. Bahlil bisa menjadi akselerator, tetapi kemenangan tetap ditentukan oleh seberapa kuat partai bekerja di lapangan, menjaga soliditas, merawat kader, dan membaca kebutuhan pemilih secara konkret.

Itulah sebabnya, pernyataan Padmasari terasa lebih strategis ketimbang seremonial: ia sedang mendorong transformasi optimisme menjadi kerja politik yang sistematis. Statemen Padmasari adalah alarm sekaligus ajakan.

Alarm bahwa waktu politik berjalan lebih cepat dari kalender formal pemilu. Ajakan bahwa kemenangan tidak datang dari rasa percaya diri semata, tetapi dari kesanggupan memadukan figur, struktur, kaderisasi, dan momentum. Dari Blora, pesan itu terdengar jelas. “ Golkar tidak ingin menunggu 2029 datang; Golkar ingin mulai menjemputnya sekarang,’’ tandas putri politisi senior Golkar, Bambang Sadono (red/01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *