SEMARANG, GALAKSI TV.COM – Dunia kesehatan terus bergerak mengikuti perkembangan teknologi. Karena itu, calon tenaga kesehatan tidak lagi cukup hanya mengandalkan kompetensi akademik dan profesional.
Kreativitas, kemampuan membaca peluang, penguasaan teknologi digital, serta keberanian membangun usaha mulai menjadi kompetensi penting untuk menghadapi perubahan dunia kerja.
Semangat tersebut dikembangkan Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) Poltekkes Kemenkes Semarang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat skema Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) bertajuk “Strategi Digital Marketing Berbasis Media Sosial untuk Meningkatkan Kelompok Usaha Rintisan Mahasiswa dan Alumni Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan.”
Program yang diketuai Isnaini Qoriatul Fadhilah itu dirancang untuk membekali mahasiswa dan alumni agar tidak hanya siap memasuki dunia kerja sebagai tenaga kesehatan profesional, tetapi juga memiliki pola pikir kewirausahaan serta kemampuan menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.
Pelatihan dilaksanakan di Semarang, belum lama ini, diawali registrasi dan pretest, kemudian dilanjutkan pembukaan serta sambutan Ketua Jurusan RMIK Dr. Siti Masrochah, S.Si., M.Kes.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh paparan dari Randy Rahman Hussen, termasuk materi mengenai ekspedisi dan pengiriman barang. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab, serta posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.
Program tersebut berangkat dari potensi usaha mahasiswa dan alumni RMIK yang cukup beragam. Bidang yang mulai dikembangkan antara lain event organizer kegiatan ilmiah, usaha kuliner, merchandise kesehatan, fashion, hingga penjualan buku ilmiah.
Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya didukung pemanfaatan teknologi pemasaran digital secara optimal.
Hasil observasi awal menunjukkan, dari 20 mahasiswa dan alumni yang terlibat dalam kegiatan kewirausahaan, baru sekitar 40 persen yang aktif menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran.
Kondisi itu menjadi salah satu alasan penguatan kompetensi digital marketing dinilai penting.
Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa dan alumni diarahkan mengubah media sosial dari sekadar ruang komunikasi menjadi instrumen bisnis yang produktif.
Peserta mendapatkan penguatan mengenai strategi digital marketing, branding produk, pembuatan konten, pengelolaan media sosial, hingga pemanfaatan Instagram, Facebook, TikTok, serta berbagai platform digital lainnya untuk memperluas jangkauan konsumen.
Kemampuan pemasaran tersebut juga dipadukan dengan pemahaman mengenai distribusi produk agar usaha yang dibangun tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi memiliki sistem pemasaran dan pelayanan konsumen yang lebih terstruktur.
Program Pengembangan Kewirausahaan ini sekaligus membawa paradigma baru bahwa kompetensi kesehatan dan entrepreneurship tidak harus berjalan sendiri-sendiri.
Mahasiswa RMIK sebagai calon tenaga kesehatan didorong menjadi sumber daya manusia yang mampu mengintegrasikan kompetensi profesional, inovasi, teknologi, jejaring, dan kemandirian ekonomi.
Melalui program tersebut, Poltekkes Kemenkes Semarang menargetkan terbentuknya usaha rintisan mahasiswa dan alumni yang mampu menerapkan strategi digital marketing secara efektif, memiliki kanal media sosial khusus produk, serta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan.
Ke depan, mahasiswa dan alumni RMIK diharapkan tidak sekadar menjadi generasi yang siap mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan pekerjaan dan nilai tambah baru bagi masyarakat.
Transformasi tersebut menjadi penting di tengah perubahan ekosistem kerja yang semakin digital dan kompetitif. Tenaga kesehatan masa depan dituntut profesional dalam keilmuannya, tetapi pada saat bersamaan juga adaptif, inovatif, melek teknologi, serta mampu melihat peluang di luar jalur pekerjaan konvensional.
Dengan fondasi itu, lulusan RMIK diharapkan tumbuh bukan hanya sebagai pengguna perubahan, tetapi menjadi bagian dari generasi yang mampu menciptakan inovasi dan membangun masa depan secara mandiri. (Isti/01)







Leave a Reply