Galaksi-tv

Menyalakan Kesadaran Publik

ARIEF Rohman Dorong KAMPUS BERDAMPAK

“UMKM dan koperasi harus menjadi fondasi ekonomi rakyat. Ketika keduanya tumbuh tangguh, manfaat pembangunan akan lebih merata dan kesejahteraan masyarakat semakin kuat,” tegas Arief Rochman

SEMARANG, GALAKSI TV.COM — Perguruan tinggi tidak boleh berhenti sebagai pusat teori dan penelitian, tetapi harus menjadi mesin inovasi yang mampu menjawab persoalan riil masyarakat. Pesan itu disampaikan Bupati Blora Arief Rohman saat menghadiri Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Semarang Alumni Partnership Meeting 2026 di Semarang, Minggu, 21 Juni 2026.

Pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi strategis para alumni UNNES untuk memperkuat jejaring, kolaborasi lintas sektor, serta kontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan daerah.

Arief Rohman bersama para alyumni Unnes saat Impactful UNNES Alumni Award 2026 di Semarang

Dalam forum itu, Sekolah Pascasarjana UNNES menganugerahkan Impactful UNNES Alumni Award 2026 kepada Arief Rohman. Penghargaan diberikan atas kiprahnya dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan, kepemimpinan, dan jejaring akademik untuk mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blora.

Kehadiran Arief dinilai merepresentasikan alumni UNNES yang berhasil membawa nilai-nilai akademik ke dalam kebijakan pemerintahan. Baginya, keberhasilan seorang alumni tidak hanya diukur dari jabatan yang diraih, tetapi dari seberapa besar pengetahuan yang dimiliki mampu memberikan dampak bagi masyarakat.

“Ilmu pengetahuan menemukan maknanya ketika mampu mengubah kebijakan, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Arief Rohman.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Koperasi RI Farida Farichah, Kepala Satgas Pusat Studi Kepolisian Irjen Pol Susilo Teguh Raharjo, Direktur SPs UNNES Prof. Dr. Fathur Rokhman, serta sejumlah tokoh dan alumni lintas profesi.

Arief menegaskan, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam ekosistem pembangunan daerah. Kampus bukan hanya tempat mencetak sumber daya manusia, tetapi juga inkubator gagasan, teknologi, dan inovasi yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan publik.

Menurutnya, kemitraan antara pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, praktisi, dan jaringan alumni perlu diarahkan pada program-program yang konkret, terutama dalam penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi.

“Kemitraan alumni tidak boleh berhenti pada silaturahmi. Jejaring ini harus diubah menjadi kekuatan kolaborasi yang melahirkan program pemberdayaan dan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap hasil penelitian dan inovasi dari perguruan tinggi tidak hanya tersimpan dalam jurnal atau ruang seminar. Inovasi tersebut perlu diuji, dikembangkan, dan diterapkan untuk menjawab tantangan ekonomi, ketenagakerjaan, digitalisasi, serta pengembangan potensi lokal.

Bagi Kabupaten Blora, sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat daya saing produk lokal, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, memperluas akses pasar, serta membangun koperasi yang sehat dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *