Galaksi-tv

Menyalakan Kesadaran Publik

52 Tahun ABDULLAH AMINUDIN: Dari Sop Kikil hingga DOA POLITIK

BLORA, GALAKSI TV.COM : Minggu siang, 13 September 2026, Studio Galaksi TV mendadak lebih ramai dari biasanya. Bukan karena agenda podcast, rapat redaksi, atau forum jurnalistik. Hari itu, sejumlah sahabat dan kolega datang membawa satu tujuan sederhana: mendoakan H. Abdullah Aminudin yang sehari sebelumnya genap berusia 52 tahun.

Suasananya jauh dari kesan seremonial. Tidak ada potong tumpeng, tidak ada panggung resmi. Meja makan justru menjadi pusat keakraban. Sop kikil dan sate ayam tersaji, ditemani percakapan ringan, tawa, dan kenangan perjalanan panjang sang tuan rumah.

H.Abdullah Aminudin bersama H. Abdul Hakim dan H. Mustopa di acara Ultahnya ke 52 di Studio Galaksi TV

Sejumlah tokoh hadir. Di antaranya H. Abdul Hakim, Ketua DPC PKB Blora periode 2019–2024, Ketua DPRD Blora H. Mustopa, beberapa ketua DPC, serta awak redaksi dan staf Galaksi TV.

Pertemuan itu memang bukan forum politik. Namun, ketika sejumlah sahabat seperjuangan berkumpul, percakapan tentang pengabdian dan masa depan sulit benar-benar dipisahkan.

Abdul Hakim melihat Abdullah Aminudin sebagai salah satu kader PKB Blora yang memiliki kapasitas untuk melangkah lebih jauh.

“Pak Amin punya kapasitas untuk semuanya itu. Tentu kader PKB Blora akan siap menyukseskan apa pun yang menjadi hajatnya nanti,” ujarnya.

Menurut Hakim, pengalaman Aminudin sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah menjadi modal penting. Jalannya ke depan masih terbuka, baik tetap mengabdi di tingkat provinsi, melangkah ke panggung nasional, maupun mengambil peran lebih besar untuk Blora pada masa mendatang.

Ketua DPRD Blora H. Mustopa juga menilai Aminudin sebagai kader potensial. Kehadirannya di tingkat provinsi dinilai penting untuk memperjuangkan kepentingan daerah sekaligus memperkuat kontribusi politik bagi pembangunan Blora.

Bagi Abdullah Aminudin sendiri, pertemuan sederhana itu justru memiliki arti khusus. Ia mengaku keluarganya hampir tidak pernah menggelar perayaan ulang tahun secara khusus.

“Ini bisa dikatakan peringatan ulang tahun secara resmi untuk pertama kali,” ungkapnya.

Di usia 52 tahun, Aminudin memilih melihat ke belakang dengan rasa syukur, sekaligus menatap ke depan dengan kesadaran bahwa perjalanan belum selesai. Keluarga, bisnis, media, hingga politik telah menjadi bagian dari jalan hidupnya.

Ia menegaskan kesiapan untuk terus mendedikasikan diri melalui jalur politik, terutama bagi konstituen dan masyarakat Blora.

Bagi Aminudin, kebersamaan dengan kawan-kawan seperjuangan hari itu bukan sekadar perayaan bertambahnya usia. Ada rasa lega, syukur, sekaligus energi baru karena masih berada di tengah orang-orang yang selama ini berjalan bersama.

Siang itu akhirnya ditutup tanpa seremoni besar. Beberapa lagu dinyanyikan melalui karaoke sederhana. Lagu-lagu nostalgia mengalun, membingkai perjalanan, persahabatan, dan perjuangan seorang Aminudin.

Usia 52 tahun pun tidak sekadar menjadi angka.

Ia menjadi penanda bahwa perjalanan panjang telah ditempuh, tetapi ruang pengabdian masih terbentang luas.

Dari meja sederhana di Studio Galaksi TV, doa-doa kecil hari itu membawa pesan besar: jabatan boleh berganti, panggung politik dapat berubah, tetapi nilai seseorang pada akhirnya diukur dari seberapa jauh perjalanan hidupnya memberi manfaat bagi orang lain. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *