Galaksi-tv

Menyalakan Kesadaran Publik

Hilangnya ‘SANG PREDATOR’ Kejahatan di Blora

BLORA, GALAKSI.TV.COM : Kabar meninggalnya Aipda Dwi Wahyudi Puji Susanto, S.H., Rabu (8/7/2026), mengguncang kebatinan jajaran Polres Blora, terutama keluarga besar Satuan Reserse Kriminal.

Kepergian Katim Resmob Satreskrim Polres Blora yang mendadak karena sakit itu, bukan hanya meninggalkan kursi kosong dalam organisasi, tetapi juga kehilangan seorang pemburu kejahatan yang dikenal berani, loyal, dan memiliki semangat tinggi dalam mengungkap perkara.

Almarhum Wahyudi bersama ‘Gang’ Resmob Polres Blora

Di lingkungan Resmob Polres Blora, almarhum yang akrab disapa Wahyudi atau Black dikenal sebagai personel lapangan dengan daya juang kuat. Ia berada di barisan yang bekerja dalam senyap, menelusuri jejak pelaku, mengejar informasi, serta menghadapi risiko ketika masyarakat sedang terlelap.

Karena dedikasi dan keberaniannya itulah, sejumlah kolega mengenangnya sebagai “Sang Predator Kejahatan”sosok yang terus memburu para pelaku kriminal demi menjaga keamanan masyarakat Blora.

Kabar kepergiannya dengan cepat menyebar melalui ruang digital. Ucapan belasungkawa membanjiri berbagai kanal media sosial, datang dari rekan kepolisian, kolega, tokoh publik, hingga masyarakat yang pernah berinteraksi dengannya selama menjalankan tugas.

Duka itu tidak berhenti di layar telepon. Bupati Blora H. Arief Rohman juga langsung mendatangi rumah duka di Kecamatan Todanan untuk bertakziah dan menyampaikan penghormatan terakhir kepada almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.

Gigih Ungkap Kasus

Di antara banyak orang yang kehilangan, terdapat satu sosok yang merasakan pukulan batin sangat dalam. Ia adalah Iwan Nugroho, mantan Kanit Resmob yang kini bertugas sebagai Kanit III Tipidter Satreskrim Polres Blora.

Iwan Nuhroho saat masih bersama alm Wayudi di Tim Resmob Polres Blora

Keduanya pernah berada dalam satu medan pengabdian. Hubungan mereka tidak sekadar antara pimpinan dan anggota, tetapi tumbuh menjadi ikatan emosional yang ditempa melalui berbagai operasi dan pengungkapan perkara.

“Secara garis besar, orangnya baik. Dedikasi kerja dan semangat mengungkap kasusnya tinggi,” tutur Iwan mengenang almarhum.

Bagi Iwan, almarhum merupakan anggota yang tidak mudah menyerah ketika menghadapi perkara sulit. Tekanan tugas, keterbatasan informasi, serta risiko di lapangan tidak pernah memadamkan semangatnya untuk mengejar pelaku dan menuntaskan pekerjaan.

Kedekatan keduanya tetap terjaga meskipun Iwan tidak lagi memimpin Unit Resmob. Wahyudi masih menjadikan seniornya itu sebagai tempat berdiskusi setiap kali menghadapi kejadian penting.

“Dia memang paling dekat dengan saya, Pak. Sejak saya pindah pun, setiap ada kejadian, saya yang pertama kali ditelepon dan dimintai petunjuk,” ungkap Iwan.

Telepon-telepon tentang perkara, perburuan pelaku dan strategi pengungkapan kasus tersebut kini berubah menjadi kenangan. Tidak akan ada lagi suara Wahyudi di ujung sambungan yang melaporkan perkembangan penyelidikan atau meminta arahan sebelum tim bergerak.

Bagi jajaran Resmob, kehilangan Wahyudi berarti kehilangan rekan yang memahami kerasnya kerja lapangan. Sementara bagi Iwan, kepergian itu seperti kehilangan seorang adik sekaligus sahabat seperjuangan.

Wahyudi memang telah menyelesaikan pengabdiannya lebih cepat. Namun, rekam jejak keberanian, loyalitas dan dedikasinya akan tetap hidup dalam ingatan kolega serta masyarakat yang pernah merasakan hasil kerjanya.

Ia pergi bukan sebagai nama yang hanya tercatat dalam daftar personel. Ia meninggalkan cerita tentang keberanian seorang polisi lapangan, tentang loyalitas kepada kesatuan, serta tentang keteguhan mengejar kejahatan tanpa banyak tampil di depan publik.

Kini, “Sang Predator Kejahatan” itu telah menutup perjalanan panjangnya. Tidak ada lagi langkahnya dalam operasi malam, tidak ada lagi telepon meminta petunjuk, dan tidak ada lagi laporan singkat setelah pelaku berhasil diamankan.

Namun, semangat pengabdiannya tidak ikut terkubur.

Selamat jalan, Aipda Dwi Wahyudi Puji Susanto, S.H. Blora kehilangan seorang pemburu kejahatan, sementara keluarga besar Polres Blora kehilangan salah satu putra terbaiknya. (@bangsar/01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *