
BLORA, GALAKSI —TV.COM : Dua musibah besar mengguncang Kabupaten Blora, Sabtu (7/3/2026). Seorang guru SMP Negeri 1 Tunjungan tewas dalam kecelakaan beruntun akibat truk tronton yang diduga mengalami rem blong di perempatan traffic light Maguan, Desa Tamanrejo, Kecamatan Tunjungan.
Pada hari yang sama, kebakaran hebat juga kembali meludeskan kios-kios penampungan pedagang di Pasar Ngawen.
Kecelakaan lalu lintas itu terjadi sekitar pukul 13.10 WIB di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di simpang empat traffic light, Maguan Desa Tamanrejo. Berdasarkan laporan Unit Gakkum Satlantas Polres Blora, truk tronton Hino bernomor polisi L-9771-UA yang dikemudikan R (49), warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, melaju dari arah barat ke timur saat kondisi jalan menurun.
Saat mendekati lokasi kejadian, truk diduga mengalami rem blong dan tidak dapat dikendalikan. Pada saat bersamaan, lima pengendara sepeda motor tengah berhenti di lampu merah. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan beruntun pun tidak dapat dihindari.

Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu masing-masing sepeda motor Honda Beat nopol K-2485-BBE, Honda Beat nopol K-6549-TS, Honda Beat tanpa nomor polisi, Honda Supra nopol K-5250-UE, dan Honda Supra nopol K-3061-QN.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Drs. Musta’in (59), warga Dukuh Sonorejo, Kabupaten Blora. Almarhum merupakan guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sekaligus ASN di SMP Negeri 1 Tunjungan. Dalam laporan awal kepolisian, korban sempat tercatat mengalami hematoma di bagian belakang kepala sebelum kemudian meninggal dunia dalam perkembangan penanganan medis.
Selain korban meninggal, empat korban lain mengalami luka dengan tingkat yang berbeda-beda yang kini masih dalam perawatan di Klinik Citra Mulia. Seorang korban mengalami luka lecet pada kaki kanan dan kiri, seorang lainnya mengalami tanda fraktur pada tangan kanan, korban lain mengalami luka robek di bibir atas serta lecet pada kaki, dan satu korban lainnya mengalami luka lecet pada tangan dan kaki. Total kerugian material dalam kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp20 juta.
Petugas kepolisian telah mendatangi tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, mencatat saksi, mengecek korban di Klinik Utama Citra Mulia, melakukan olah TKP, dan melaporkan kejadian itu kepada pimpinan.
Sekolah Berduka
Duka atas wafatnya Drs. Musta’in juga datang dari keluarga besar SMP Negeri 1 Tunjungan. Dalam ucapan belasungkawa yang beredar, pihak sekolah menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya almarhum.

Di lokasi terpisah, kebakaran hebat kembali terjadi di kawasan Pasar Ngawen. Api dilaporkan meludeskan kios-kios penampungan pedagang yang selama ini digunakan untuk aktivitas jual beli sementara, setelah pasar induk Ngawen sebelumnya terbakar sekitar satu tahun lalu.
Kebakaran itu kembali memukul para pedagang yang belum sepenuhnya pulih dari musibah sebelumnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada data resmi mengenai jumlah kios yang terbakar maupun total kerugian akibat kebakaran tersebut.
Dua peristiwa besar yang terjadi dalam satu hari itu menimbulkan keprihatinan luas di tengah masyarakat Blora. Kecelakaan maut di jalur padat kendaraan serta kebakaran berulang di area pasar menjadi peringatan serius atas pentingnya penguatan aspek keselamatan lalu lintas dan mitigasi kebakaran di ruang publik. (@bangsar/01)












Leave a Reply