
PEKALONGAN, GALAKSI-TV. COM : Pagi di kantor Pemerintah Kabupaten Pekalongan , Senin (9/3) terasa berbeda. Situasi yang biasanya rutin kini dibayangi dinamika politik dan hukum setelah Bupati Pekalongan, Fadia A Rafiq, terseret operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam situasi tersebut, Wakil Bupati Sukirman ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan. Penunjukan itu dilakukan oleh Ahmad Luthfi untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan tanpa gangguan.

Bagi Sukirman, amanah itu bukan sekadar penugasan administratif. Ia adalah tanggung jawab besar untuk menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah daerah.
“Pak Gubernur hari ini akan melakukan pembinaan ke Kabupaten Pekalongan bersama seluruh jajaran untuk mengonsolidasikan birokrasi,” kata Sukirman, Senin (9/3).
Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah provinsi ingin memastikan birokrasi tetap solid. Konsolidasi dinilai penting agar pelayanan kepada masyarakat tidak terdampak oleh dinamika politik yang sedang terjadi.
Tetap Berjalan
Dalam situasi seperti ini, stabilitas birokrasi menjadi kunci. Sukirman menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh terhenti hanya karena pergantian kepemimpinan.
Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah tetap fokus menjalankan tugas dan program kerja yang sudah direncanakan.
“Pelayanan tetap berjalan dengan baik. Kami tetap bekerja melayani masyarakat dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan memberikan asistensi langsung kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, pembinaan ini penting untuk memastikan tata kelola pemerintahan tetap berjalan transparan dan akuntabel.
“Hari ini saya ke sana melakukan asistensi,” kata Luthfi.
Pendampingan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Tumbuh dari Daerah
Bagi masyarakat Pekalongan, nama Sukirman bukanlah sosok baru. Ia telah lama berkecimpung dalam dunia pemerintahan dan politik lokal.
Karier politiknya dibangun dari pengalaman panjang di pemerintahan daerah. Sebelum menjabat sebagai wakil bupati, Sukirman dikenal aktif dalam aktivitas politik dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Pekalongan.
Pada Pilkada 2020, ia terpilih sebagai Wakil Bupati Pekalongan mendampingi Fadia A Rafiq untuk periode 2021–2026. Dalam pemerintahan daerah, ia kerap berperan dalam koordinasi program pembangunan serta penguatan pelayanan publik.
Sebagai wakil bupati, Sukirman dikenal memiliki pendekatan yang relatif dekat dengan masyarakat dan jajaran birokrasi daerah. Pengalaman tersebut kini menjadi modal penting ketika ia harus mengambil alih kendali pemerintahan sebagai Plt Bupati.
Memulihkan Kepercayaan

Namun, tugas Sukirman tidak ringan. Kasus hukum yang menimpa kepala daerah sebelumnya tentu meninggalkan dampak psikologis dan politik bagi masyarakat.
Selain memastikan program pembangunan tetap berjalan, ia juga dihadapkan pada tantangan memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Dalam situasi seperti ini, kepemimpinan yang transparan dan responsif menjadi kunci. Publik menaruh harapan agar momentum ini juga menjadi titik refleksi bagi penguatan integritas birokrasi di daerah.
Bagi Sukirman, masa tugas sebagai Plt Bupati mungkin bersifat sementara. Namun tanggung jawab yang diemban memiliki makna strategis: menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan tetap berjalan tanpa jeda.
Di tengah ujian integritas yang sedang dihadapi daerah tersebut, Sukirman kini berdiri di garis depan, menjadi nahkoda sementara yang diharapkan mampu menjaga arah perjalanan pemerintahan tetap berada di jalurnya.
Profil Sukirman
Sukirman maju mendampingi Fadia Arafiq pada Pilkada 2024.
Lahir di Pekalongan, 29 Desember 1974. Saat ini Ia berusia 52 tahun.
Sukirman merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah periode 2014–2019 dan 2019–2024.
Pada struktural partai, Sukirman menjabat Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Tengah sejak 2017 hingga sekarang.
Selain itu, Ia pernah menjabat Wakil Ketua PW Pagar Nusa Jawa Tengah (2015–2021), sebuah organisasi pencak silat di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).
Ia juga tercatat pernah menjadi Wakil Ketua KNPI (2011-2013).
Riwayat Pendidikan
- Magister Sains Universitas Diponegoro (2022-2024)
- Sarjana Sastra Universitas Diponegoro (1994-1998)
- SMAN 1 Kajen
- SMPN 1 Wonopronggo (@bangsar/01)












Leave a Reply