Galaksi-tv

Menyalakan Kesadaran Publik

DANA CUKAI Kembali MENGUATKAN Buruh Rokok

KUDUS , GALAKSI TV.COM— Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan percepatan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026 dengan realisasi mencapai Rp28,99 miliar hingga pekan ini. Dari total alokasi Rp51 miliar, bantuan tersebut telah menjangkau 48.313 penerima di 33 kabupaten/kota, termasuk ribuan buruh rokok di Kabupaten Kudus.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyalurkan BLT DBHCHT 2026 di gudang produksi PT Djarum Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Senin. Dalam penyaluran itu, Luthfi menyebut program tersebut ditujukan untuk membantu buruh rokok, petani tembakau, dan petani cengkeh yang menjadi bagian penting dari ekosistem industri hasil tembakau.

Hingga pekan ini yang sudah tersalurkan mencapai Rp28,99 miliar dari total alokasi Rp51 miliar. Jumlah penerima manfaat di Jawa Tengah mencapai 85.000 orang,” kata Luthfi.

Dari total penerima tersebut, sebanyak 26.000 orang berasal dari Kabupaten Kudus. Sementara 5.069 penerima di antaranya merupakan buruh rokok PT Djarum Kudus.

Menurut Luthfi, BLT DBHCHT merupakan hak para pekerja sektor hasil tembakau karena sumber anggarannya berasal dari penerimaan cukai rokok dan tembakau. Ia berharap bantuan itu dapat dimanfaatkan untuk meringankan kebutuhan rumah tangga penerima manfaat.

“Masyarakat senang menerima bantuan ini, terutama buruh rokok sebagai pekerja industri padat karya. Harapannya bisa membantu kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Luthfi juga mengapresiasi PT Pos Indonesia yang mendistribusikan bantuan tersebut di seluruh wilayah Jawa Tengah. Ia menyebut layanan penyaluran tidak hanya dilakukan secara reguler, tetapi juga melalui pola jemput bola bagi penerima yang terkendala kesehatan atau kondisi fisik.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur menjelaskan, total alokasi anggaran BLT DBHCHT 2026 di Jawa Tengah mencapai Rp51 miliar untuk 85.000 penerima manfaat. Hingga kini, realisasi penyaluran telah mencapai 56,84 persen atau Rp28,99 miliar.

“Masih ada Rp22,01 miliar yang belum tersalurkan. Penyaluran dilaksanakan pada Juni hingga Juli 2026, dengan masing-masing penerima memperoleh Rp600 ribu untuk dua bulan, atau Rp300 ribu per bulan,” jelas Imam.

Ia menambahkan, program ini menjangkau 33 kabupaten/kota, 136 kecamatan, dan 663 desa/kelurahan. Dua daerah yang tidak menerima alokasi dari provinsi adalah Kota Tegal dan Kabupaten Pekalongan karena anggaran daerah masing-masing dinilai mencukupi untuk menjalankan program serupa.

Senior Manajer Pengelolaan Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Regional Indonesia IV Semarang Agus Tria Dian menyebut hingga saat ini bantuan telah diterima 48.313 orang. Artinya, masih ada 36.687 penerima manfaat yang menunggu pencairan tahap berikutnya.

Menurut Agus, distribusi berjalan relatif lancar dan tepat sasaran. PT Pos juga tetap menyalurkan bantuan kepada penerima dengan kondisi khusus, seperti lansia, warga yang sedang bedrest, maupun penerima yang berada di luar kota.

Salah satu penerima manfaat, Linda, buruh PT Djarum, mengaku bersyukur kembali menerima BLT sebesar Rp600 ribu. Bantuan itu, kata dia, sangat membantu kebutuhan keluarga, terutama untuk biaya pendidikan anak.

“Kebetulan anak saya juga masuk SMP, jadi butuh biaya untuk daftar ulang,” ujarnya.

Penyaluran BLT DBHCHT di Kudus memperlihatkan bahwa dana cukai hasil tembakau tidak hanya masuk ke kas negara, tetapi juga kembali ke masyarakat pekerja melalui bantuan langsung yang menyasar kebutuhan riil rumah tangga..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *