Galaksi-tv

Menyalakan Kesadaran Publik

PHK Menghantam Jateng, 6.604 Buruh Kehilangan Pekerjaan

SEMARANG, GALAKSI TV.COM – Gelombang pemutusan hubungan kerja belum berhenti menghantam Jawa Tengah. Sebanyak 6.604 buruh kehilangan pekerjaan hingga Juli 2026, dengan lebih dari separuh korban berasal dari industri tekstil dan garmen. Angka tersebut memperlihatkan rapuhnya sektor padat karya di tengah penurunan pesanan, efisiensi perusahaan, hingga tekanan kepailitan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah Ahmad Aziz membenarkan jumlah tersebut saat dikonfirmasi pada Selasa, 4 Agustus 2026.

“Iya, per Juli 2026, ada 6.604 buruh alami PHK,” kata Aziz kepada wartawan di Semarang.

Data itu mencakup lebih dari 1.000 pekerja yang diberhentikan pada Juli 2026 oleh PT Samwon Busana Indonesia di Kabupaten Jepara dan PT Victory Apparel di Kota Semarang.

Namun, pencatatan tersebut menyisakan persoalan ketepatan periode. Data disebut sebagai angka PHK semester pertama 2026, tetapi telah memasukkan pemutusan hubungan kerja yang terjadi pada Juli, yang secara kalender sudah masuk semester kedua.

Berdasarkan data Disnakertrans Jawa Tengah, industri tekstil dan garmen menjadi sektor paling terpukul dengan kontribusi 51,4 persen dari keseluruhan kasus PHK. Industri manufaktur mainan anak menyumbang 21,1 persen, industri kayu 12,5 persen, serta industri bulu mata 9,4 persen.

PHK tersebar di sejumlah daerah, antara lain Kota Semarang, Jepara, Sukoharjo, Temanggung, Purbalingga, Sragen, Tegal, Wonogiri, Magelang, Pekalongan, dan Purworejo.

“Untuk daerahnya terjadi di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah,” ujar Aziz.

Kasus PHK terbesar terjadi di PT Citra Busana Semesta, Kabupaten Sukoharjo, yang memberhentikan 920 pekerja. Posisi berikutnya ditempati PT Combine Will Industrial Indonesia di Sragen dengan total 1.396 pekerja dalam dua gelombang, PT Victory Apparel Semarang sebanyak 846 pekerja, serta PT Samwon Busana Indonesia Jepara dengan total 807 pekerja.

Aziz menyatakan jumlah PHK tahun ini masih lebih rendah dibandingkan 2025. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sebanyak 18.101 buruh di Jawa Tengah terkena PHK sepanjang 2025. Lebih dari separuhnya berasal dari Grup Sritex.

“PHK tahun lalu lebih banyak karena ada faktor dari PT Sritex,” katanya.

Menurut Aziz, pemutusan hubungan kerja pada 2026 dipicu oleh kerugian perusahaan akibat menurunnya pesanan, kebijakan efisiensi, kepailitan, dan keadaan kahar seperti kebakaran.

Besarnya PHK di industri garmen dan tekstil memperlihatkan tekanan serius pada sektor yang selama ini menjadi salah satu penopang penyerapan tenaga kerja Jawa Tengah. Ketergantungan terhadap pesanan dan pasar eksternal membuat ribuan pekerja berada dalam posisi rentan ketika produksi mengalami penurunan.

Di tengah gelombang PHK tersebut, Disnakertrans mencatat penyerapan tenaga kerja selama semester pertama 2026 mencapai 213.217 orang. Penyerapan terbesar berasal dari industri alas kaki, tekstil, dan garmen.

Jumlah pencari kerja tercatat sebanyak 112.082 orang, sedangkan lowongan yang tersedia mencapai 108.459 posisi. Meski secara agregat selisihnya relatif kecil, angka tersebut belum menggambarkan kesesuaian kompetensi, lokasi pekerjaan, tingkat upah, maupun status hubungan kerja yang ditawarkan.

Daerah dengan penyerapan tenaga kerja terbesar antara lain Kota Semarang, Kendal, Brebes, Jepara, dan Batang.

Daftar Perusahaan dan Buruh Terdampak PHK

  1. PT Anugrah Karya Trisakti, Purworejo: 142 pekerja.
  2. PT Bamatex, Pekalongan: 325 pekerja.
  3. PT Cosmoprof Indokarya, Purbalingga: 620 pekerja.
  4. PT Combine Will Industrial Indonesia, Sragen: 849 pekerja.
  5. PT Shoenary Javanesia Inc, Temanggung: 125 pekerja.
  6. CV Anugrah, Wonogiri: 479 pekerja.
  7. PT Mas Silueta, Kota Semarang: 123 pekerja.
  8. PT Samwon Busana Indonesia, Jepara, gelombang pertama: 122 pekerja.
  9. PT Djohartex, Magelang: 140 pekerja.
  10. PT Combine Will Industrial Indonesia, Sragen: 547 pekerja.
  11. PT Sas Kreasindo Utama, Tegal: 681 pekerja.
  12. PT Citra Busana Semesta, Sukoharjo: 920 pekerja.
  13. PT Victory Apparel, Kota Semarang: 846 pekerja.
  14. PT Samwon Busana Indonesia, Jepara, gelombang kedua: 685 pekerja.

Total pekerja terdampak dalam daftar tersebut mencapai 6.604 orang. (@gus/01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *