DEWAN PKB Turun di Grobogan: SEMBAKO DARURAT untuk Warga TERDAMPAK BANJIR


GROBOGAN, GALAKSI.—TV.COM : Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan mendorong gerak cepat dua legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk hadir langsung di lokasi terdampak.

H. Abdullah Aminudin, anggota DPRD Jawa Tengah dari Dapil Blora–Grobogan, bersama H. Harnomo, anggota DPRD Kabupaten Grobogan, mendatangi titik-titik banjir dan menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak.

Di lokasi, keduanya menyerahkan paket sembako untuk menopang kebutuhan harian warga yang aktivitasnya terganggu akibat genangan. Bantuan tidak hanya berisi bahan pokok, tetapi juga dilengkapi sejumlah barang darurat yang diperlukan dalam kondisi kritis—menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

H. Harnomo ikut memastikan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran. Ia berkoordinasi dengan relawan serta perangkat setempat untuk menghindari penumpukan bantuan di satu titik dan memastikan warga yang paling rentan menjadi prioritas.

Sementara itu, H. Abdullah Aminudin menekankan bahwa penanganan banjir harus bertumpu pada dua hal: keselamatan warga dan kecepatan pemenuhan kebutuhan dasar. Ia mengingatkan bahwa pada fase awal bencana, keterlambatan bantuan berisiko memperparah kondisi sosial—mulai dari krisis logistik, gangguan kesehatan, hingga potensi masalah keamanan.

Kyai Masugi Grobogan

“Dalam situasi seperti ini, bantuan tidak boleh terlambat. Yang paling penting kebutuhan dasar warga aman dulu, sembari penanganan dampak banjir terus dilakukan,” ujar H. Abdullah Aminudin.

Bentuk Kepedulian

Keduanya menyatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian langsung kepada masyarakat sekaligus tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat.

Namun mereka menilai, respons darurat tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan pertama. Pendataan kerusakan dan pemetaan kebutuhan warga harus diperbarui secara berkala agar bantuan lanjutan bisa lebih terukur dan tepat guna.

Selain itu, mereka mendorong penguatan koordinasi lintas unsur—relawan, perangkat desa, dan pihak terkait—agar jalur distribusi tetap bergerak dan warga tidak tertinggal dari akses bantuan, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Dengan turun langsung ke lapangan, dua legislator PKB ini ingin memastikan bahwa bantuan tidak sekadar hadir sebagai simbol, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan warga pada saat paling genting: ketika rumah tergenang, pekerjaan terhenti, dan kebutuhan pokok menjadi hal yang paling mendesak (Puji/bangsar/01).

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *