“Kloter 44 Tiba, Doa dari Tanah Suci Dibawa Pulang untuk Blora “
BLORA, GALAKSI TV.COM; Kepulangan jamaah haji Kabupaten Blora Kloter 44, Rabu sore, 17 Juni 2026, menjadi momen penuh haru, syukur, dan kebanggaan. Tepat pukul 14.15 WIB, rombongan jamaah haji tiba di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora dengan menggunakan enam bus.

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, Ketua DPRD Blora H. Mustopa, jajaran Forkopimda, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, perwakilan Kementerian Haji, serta unsur organisasi masyarakat keagamaan.
Bagi para jamaah, kepulangan ini bukan sekadar akhir dari perjalanan panjang ibadah haji. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi penanda kembalinya para tamu Allah ke tanah kelahiran dengan membawa doa, pengalaman spiritual, dan harapan baru bagi keluarga serta masyarakat Blora.
Suasana penyambutan berlangsung hangat. Setelah acara resmi di pendopo, Bupati Arief Rohman tampak keluar menyapa jamaah dan keluarga yang menunggu. Ia menyalami satu per satu jamaah haji, berbincang ringan, serta melayani permintaan foto bersama. Pemandangan itu menghadirkan suasana kekeluargaan yang kuat antara pemerintah daerah, jamaah, dan masyarakat.
Salah satu jamaah haji asal Dukuh Jambangan, Desa Sukorejo, Hj. Endang Suhartini, bersama suaminya H. Sutikno, mengaku bersyukur bisa kembali ke Blora dalam keadaan sehat dan selamat.

“Alhamdulillah kami bisa pulang kembali ke Blora tanpa kekurangan apa pun. Sejak keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, sampai kepulangan, semuanya berjalan lancar dan kami diberi kesehatan,” ungkap Hj. Endang S
Rasa syukur juga disampaikan perwakilan jamaah haji, Saroja Amumirin. Ia menyampaikan terima kasih atas pelayanan yang diberikan selama perjalanan haji, baik dari sisi akomodasi, konsumsi, maupun kesehatan.
Menurutnya, jamaah merasa diperlakukan dengan sangat baik. Pelayanan kesehatan juga dinilai responsif karena petugas rutin melakukan pemantauan langsung ke kamar-kamar jamaah.
“Pelayanannya luar biasa. Kami diterima dengan sangat baik. Makanannya juga baik, pelayanan kesehatan luar biasa. Di Daker ada klinik, bahkan tiap kamar dikunjungi petugas. Kami merasakan perhatian yang sangat besar,” ujarnya.
Dari laporan yang disampaikan, rombongan Kloter 44 Blora berjumlah 248 orang. Namun kepulangan kali ini menyisakan duka karena salah satu jamaah, Hj. Sri Uwuh, wafat di Tanah Suci. Sementara satu jamaah lainnya, Supardan, dilaporkan mengikuti kepulangan bersama kloter berbeda.
Membawa Keteladanan
Dalam sambutannya, Bupati Blora H. Arief Rohman menyampaikan selamat datang kepada jamaah haji Kloter 44 atas nama Pemerintah Kabupaten Blora dan masyarakat Blora.

“Alhamdulillah, atas nama Pemerintah Kabupaten Blora mewakili masyarakat, kami menyampaikan selamat datang kepada jamaah haji Kloter 44. Kami bersyukur mendapat laporan bahwa pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar, hotel dalam kondisi baik, dan pelayanan juga baik. Ini membuat kami senang dan bahagia,” ujar Bupati.
Bupati juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Hj. Sri Uwuh di Tanah Suci. Ia mendoakan almarhumah wafat dalam keadaan husnul khatimah dan memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita doakan almarhumah Hj. Sri Uwuh husnul khatimah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan,” ucapnya.
Arief Rohman berharap seluruh jamaah haji yang telah kembali ke Blora mampu menjaga kemabruran hajinya. Menurutnya, gelar haji bukan hanya identitas sosial, tetapi tanggung jawab moral untuk menebarkan keteladanan, memperkuat ibadah, menjaga akhlak, serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Semoga para jamaah menjadi haji yang mabrur dan mampu menjaga kemabruran itu dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih karena telah menjaga nama baik Blora, menjaga kekompakan, dan membawa doa-doa terbaik selama berada di Tanah Suci,” kata Bupati.
Kepulangan jamaah haji Kloter 44 menjadi ruang pertemuan antara rasa syukur, duka, dan harapan. Ada kebahagiaan keluarga yang kembali memeluk orang-orang tercinta. Ada doa untuk jamaah yang wafat di Tanah Suci. Ada pula pesan moral bahwa perjalanan haji tidak selesai saat kaki kembali menapak di kampung halaman.
Justru dari Blora, kemabruran itu diuji: dalam kepedulian sosial, dalam keteladanan hidup, dan dalam kemampuan para haji menjadi penyejuk di tengah masyarakat.
Hari itu, Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora bukan hanya menjadi tempat penyambutan. Ia menjadi ruang syukur bersama, tempat para jamaah kembali membawa cerita suci, doa panjang, dan semangat baru untuk merawat kebaikan di tanah kelahiran.














Leave a Reply