Galaksi-tv

Menyalakan Kesadaran Publik

JALAN BARU Media Lokal di ERA DIGITAL

Catatan Gelaran ‘MEDIA BERDAYA’ Galaksi TV Channel

MEDIA LOKAL tidak lagi cukup hanya memproduksi berita. Di era digital yang digerakkan teknologi siber dan Artificial Intelligence (AI), media dituntut menjadi pusat ekosistem informasi, ekonomi kreatif, hingga komunikasi publik.

Dialog “Media Berdaya” yang digelar Galaksi TV Channel,Sabtu (14/03/2026), membuka ruang diskusi penting: bagaimana media daerah membangun kemandirian, menjaga integritas jurnalistik, sekaligus menciptakan model bisnis baru agar tetap hidup di tengah revolusi digital.

Bambang Sartono saat mewancarai Bupati Blora Arief Rohman dalam rangka Lounching Galaksi TV Channel

Koordinator Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Blora, Bambang Sartono, menilai topik yang diangkat dalam dialog Redaksi Galaksi TV denganawak media Blora di penghujung bulan Ramandan 1447 H, ini sangat relevan dengan kekinian ekosistem media daerah. Momentum perkembangan teknologi siber yang sangat cepat menjadi titik balik bagi kebangkitan media lokal jika mampu dimanfaatkan secara strategis.

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi. Media sosial, platform digital, hingga teknologi kecerdasan buatan membuat arus informasi semakin cepat dan tanpa batas. Namun bagi media lokal, kondisi ini menghadirkan dua sisi sekaligus: peluang besar sekaligus tantangan serius.

Pemimpin Redaksi Portal Opini Publik.Co ini  menegaskan bahwa media daerah tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan ini. “Media lokal harus mampu membaca perubahan zaman. Dunia siber dan teknologi AI sebenarnya membuka peluang yang sangat luas, baik dalam distribusi informasi maupun dalam pengembangan model bisnis media,” jelasnya.

Menurutnya, teknologi digital memungkinkan media daerah menjangkau audiens lebih luas, bahkan melampaui batas wilayahnya. Namun di sisi lain, kompetisi juga semakin ketat karena media harus bersaing dengan platform global, influencer, hingga konten berbasis algoritma.

Peran Strategis

H. Abdulah Aminudin Anggota DPRD Provinsi Jateng saat diwawancarai media daerah di Blora

Pandangan Bambang Sartono itu tersebut sejalan dengan yang disampaikan H. Abdullah Aminudin, Legislator DPRD Provinsi Jawa Tengah sekaligus Komisaris Utama Galaksi TV Channel. Ia menegaskan bahwa keberadaan media lokal tetap memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan daerah.

“Media lokal memiliki fungsi penting dalam penyampaian informasi. Baik informasi dari pemerintah kepada masyarakat maupun dari masyarakat kepada pemerintah, sehingga terjadi komunikasi dua arah yang saling menguntungkan dan saling mengoreksi,” kata politikus PKB tersebut.

Menurutnya, arus informasi dua arah tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan arah pembangunan yang lebih jelas dan partisipatif.

Karena itu, media dituntut untuk menjaga integritas pemberitaan.

“Media harus bersikap adil dan seimbang. Independensi dan profesionalitas menjadi kunci agar media tetap dipercaya masyarakat,” tegasnya.

Kemandirian Media

Meski memiliki peran strategis, Aminudin mengakui kondisi media daerah saat ini tidak mudah. Perubahan pola konsumsi informasi dan pergeseran iklan ke platform digital global membuat banyak media lokal menghadapi tantangan ekonomi.

“Kondisi per-media-an di daerah sekarang ini tentu perlu menjadi pemikiran bersama. Apalagi sekarang semuanya sudah berbasis teknologi dan AI, sementara platform-platform besar juga ikut bersaing,” tambah Legislator Gedung Berlian Jawa Tengah.

Menurutnya, kehadiran berbagai platform digital memang membuka peluang, tetapi juga menghadirkan persaingan baru dalam memperoleh sumber pendapatan.

Standarisasi Jurnalistik

H. Aminudin saat rapat redaksi Galaksi TV Channel

Sebagai langkah awal menuju kemandirian, Aminudin menilai media perlu membangun standarisasi jurnalistik yang kuat. Dengan kualitas jurnalistik yang terjaga, media akan memiliki nilai yang lebih tinggi di mata publik maupun mitra kerja.

“Ketika jurnalistik sudah terstandarisasi, maka beritanya akan memiliki nilai. Dari situlah kepercayaan publik dan mitra bisa tumbuh,” jelasnya.

Standar tersebut meliputi akurasi informasi, verifikasi data, keseimbangan pemberitaan, serta integritas redaksi.

Lebih jauh,  Aminudin mendorong media daerah untuk tidak hanya bergantung pada pendapatan dari pemberitaan semata. Ia menilai media perlu memperluas model bisnis agar mampu bertahan di tengah perubahan industri.

“Media jangan hanya menjadi perusahaan informasi. Harus ada pengembangan lain seperti production house, event organizer, hingga produksi konten promosi,” ungkapnya.

Dengan pendekatan tersebut, media dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif di daerah. Perusahaan, pelaku usaha, maupun instansi pemerintah bisa memanfaatkan media tidak hanya sebagai saluran informasi, tetapi juga sebagai mitra produksi konten dan promosi.

“Kalau media mampu menghadirkan nilai dan layanan yang luas, para mitra tentu akan tertarik bekerja sama. Entah melalui periklanan, event, atau produksi konten,” tambahnya.

Tanpa Kehilangan Etika

Dari Dialog “Media Berdaya” ini dapat kita catat tentang pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence dalam industri media. AI dapat membantu proses produksi berita, analisis data, hingga distribusi konten.

Namun Bambang Sartono mengingatkan bahwa teknologi tersebut harus digunakan secara bijak.

“AI harus menjadi alat bantu untuk memperkuat kerja jurnalistik, bukan menggantikan integritas wartawan,” ujarnya.

Baginya, kekuatan utama media tetap terletak pada kredibilitas dan kepercayaan publik.

Dari diskusi ini bias memberi gambaran,  bahwa masa depan media lokal tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi dan membangun ekosistem ekonomi yang sehat.

Transformasi digital, peningkatan kualitas jurnalistik, serta diversifikasi usaha menjadi strategi penting agar media daerah tetap bertahan dan berkembang.

 “Jika media mampu menjaga kualitas dan membangun kolaborasi ekonomi yang kuat, maka media lokal tidak hanya bertahan, tetapi bisa menjadi kekuatan penting dalam pembangunan daerah.” Tandas Abdullah Aminudin . (Red/01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *