Galaksi-tv

Menyalakan Kesadaran Publik

Wayang Jadi PANGGUNG KEBANGKITAN SDM Blora

BLORA, GALAKSI TV.COM — Bupati Blora Arief Rohman menegaskan pembangunan daerah tidak boleh berhenti pada proyek jalan dan pertumbuhan ekonomi. Kemajuan Blora harus ditopang sumber daya manusia desa yang terdidik, kompeten, dan mampu mengelola potensi lokal menjadi kesejahteraan.

Pesan itu disampaikan Arief dalam pagelaran wayang kulit pada Sedekah Bumi Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen, Jumat malam, 10 Juli 2026.

Bupati Blora Arief Rohman bersama Padmasari anggota DPRD Jateng saat menghadiri pagelaran Wayangkulit di DS Trembulrejo Ngawen

Di hadapan ribuan warga, Arief menyebut pertumbuhan ekonomi Blora menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS, ekonomi Blora tumbuh 5,34 persen pada 2025, meningkat dibandingkan 3,06 persen pada 2024.

Namun, pertumbuhan tersebut dinilai belum cukup apabila tidak disertai peningkatan kualitas manusia, perluasan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi desa.

“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur. Sumber daya manusianya juga harus terus ditingkatkan,” kata Arief.

Ia mendorong kepala desa, perangkat desa, anggota BPD, kader PKK, Karang Taruna, dan kader Posyandu melanjutkan pendidikan melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau Universitas Negeri Semarang.

Program tersebut memberikan pengakuan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan formal. Tahun ini, sekitar 230 kuota disiapkan bagi masyarakat Blora.

Arief menyebut hampir 1.000 warga Blora telah mengikuti berbagai program pendidikan tinggi melalui kerja sama dengan UNNES. Langkah itu diharapkan memperkuat kualitas pelayanan publik, tata kelola desa, dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Selain peningkatan SDM, pemerintah juga terus memperbaiki infrastruktur. Kondisi jalan mantap di Blora disebut telah mencapai sekitar 70 persen, termasuk perbaikan ruas Tunjungan–Japah.

Penguatan Identitas Desa

Menurut Arief, jalan yang baik harus membuka akses pendidikan, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan menurunkan biaya ekonomi masyarakat.

Arief Rohman saat memberi sambutan sedekah bumi Ds, Trembulrejo.

Anggota DPRD Jawa Tengah Padmasari Mestikajati menilai sedekah bumi dan wayang kulit tidak boleh hanya menjadi seremoni tahunan. Tradisi tersebut harus menjadi ruang pendidikan budaya, gotong royong, serta penguatan identitas desa.

Dari panggung wayang Trembulrejo, pesan pembangunan ditegaskan: infrastruktur harus bergerak, ekonomi harus tumbuh, budaya harus terjaga, dan kualitas manusia harus menjadi kekuatan utama Blora. (@bangsar26/01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *