Galaksi-tv

Menyalakan Kesadaran Publik

AKBP Wawan ‘Pamit’, BLORA Tetap di HATI

BLORA, GALAKSI TV.COM : Minggu pagi, 28 Juni 2026, halaman Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Blora terasa lebih hangat dari biasanya. Ratusan orang menyatu dalam kegiatan olah raga, jalan sehat serta senam bersama untuk menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

Dalam keceriaan itu, ada suasana berbeda yang dirasakan Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H. Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum kebersamaan terakhirnya sebelum meninggalkan Blora untuk menjalankan tugas baru sebagai Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur.

AKBP Wawan AS didampingi Wakapolres dan Kasatreskrim Polres Blora bersama awak media di acara olah raga jalan sehat dan senam peringatan HUT Bhayangkara ke 80

Hampir dua tahun memimpin Polres Blora, Wawan tidak hanya meninggalkan jejak institusional. Ia juga membawa pulang kenangan tentang keramahan masyarakat, kekompakan Forkopimda, serta kesederhanaan warga desa yang membuat Blora terasa seperti rumah sendiri.

“Sampai kapan pun, Blora akan selalu ada di hati saya. Masyarakatnya ramah, hangat, dan membuat saya merasa nyaman serta kerasan berada di sini,” ungkap Wawan pada Galaksi TV.Com dan Opini Publik.CO dan awak media lain di Blora.

Kedekatannya dengan Blora bahkan tidak berhenti pada hubungan kedinasan. Wawan mengungkapkan, dirinya bersama sang istri telah memiliki kartu tanda penduduk Blora.

“Saya dan istri sudah ber-KTP Blora. Jadi, Blora bukan sekadar tempat saya bertugas. Blora sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup dan keluarga kami,” katanya.

Terakhir Membersamai Masyarakat

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” menjadi refleksi tersendiri bagi Wawan. Untuk terakhir kalinya sebagai Kapolres, ia berdiri bersama anak buah, sejawat Forkopimda, Bhayangkari, dan masyarakat dalam satu ruang kebersamaan.

Menurutnya, kegiatan olahraga bersama bukan semata-mata perayaan seremonial. Jalan sehat dan senam menjadi sarana memperpendek jarak antara polisi dan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus upaya mempererat hubungan, membangun sinergi, kolaborasi, dan koordinasi dengan masyarakat,” ujarnya.

Wawan menegaskan, tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak mungkin diselesaikan kepolisian sendirian. Dukungan, informasi, serta partisipasi publik merupakan bagian penting dalam pelaksanaan harkamtibmas.

“Apapun tugas kepolisian, kami selalu membutuhkan dukungan masyarakat. Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 di Blora diisi dengan berbagai kegiatan internal maupun eksternal. Polres Blora menggelar bakti sosial, anjangsana, bakti religi di tempat-tempat ibadah, bedah rumah, serta kompetisi olahraga.

Berbagai turnamen juga digelar, mulai dari bola voli, olahraga elektronik, hingga kegiatan olahraga yang diselenggarakan jajaran polsek di kecamatan. Seluruh kegiatan tersebut dirancang agar kehadiran Polri dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi respons masyarakat. Antusiasme itu menunjukkan hubungan Polri dan masyarakat Blora telah terbangun dengan baik,” tuturnya.

Merangkul Generasi Muda
AKBP Wawan AS saat berbelanja di stand UMKM Bhayangkari Polres Blora.

Perhatian Polres Blora juga diarahkan kepada Generasi Z dan Generasi Alfa. Wawan memandang kelompok muda akan memegang peranan strategis dalam menentukan perjalanan Indonesia menuju 2045.

Karena itu, kepolisian perlu membangun komunikasi dengan pendekatan yang relevan, terbuka, dan tidak berjarak.

“Generasi muda inilah yang kelak membawa bangsa menuju Indonesia Emas. Sejak sekarang, kami harus sering bersilaturahmi, berdialog, dan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan positif,” ujarnya.

Menurut Wawan, keterlibatan generasi muda tidak hanya dibutuhkan untuk mendukung tugas kepolisian, tetapi juga untuk membangun budaya tertib hukum, toleransi, dan kepedulian sosial sejak dini.

Bagi Wawan, Hari Bhayangkara bukan sekadar peringatan usia institusi. Momentum tersebut harus menjadi ruang evaluasi agar Polri semakin terbuka dan mampu menjawab kebutuhan publik.

Ia menegaskan bahwa Polres Blora selalu membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menyampaikan kritik, saran, ataupun pengaduan.

“Pintu dan kantor kami terbuka. Kritik dan saran masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan Polres Blora,” katanya.

Wawan menyadari bahwa kepercayaan publik tidak dapat dibangun hanya melalui slogan. Kepercayaan harus diperoleh melalui pelayanan yang adil, responsif, humanis, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tujuan kami sederhana, Polres Blora harus menjadi milik masyarakat dan dapat diterima masyarakat. Ketika masyarakat merasa memiliki, mereka akan mendukung dan mendoakan kepolisian dalam menjalankan tugas,” jelasnya.

Tak Terlupakan

Dari seluruh pengalaman selama memimpin Polres Blora, kenangan paling membekas bagi Wawan justru lahir dari pertemuan-pertemuan sederhana di desa.

Ketika turun ke lapangan, ia kerap menerima sambutan hangat dari warga. Tidak selalu dalam bentuk acara resmi. Kadang hanya berupa ajakan mampir ke rumah, secangkir kopi, tiwul, ubi goreng, dan percakapan tanpa protokoler.

“Masyarakat Blora itu guyub dan rukun. Ketika saya datang ke desa-desa, mereka menyambut dengan tulus, mengajak mampir, memberi kopi, tiwul, atau ubi goreng. Bagi saya, itu merupakan kebahagiaan yang tidak dapat dinilai dengan materi,” kenangnya.

Penerimaan tersebut membuat Wawan dan seluruh jajaran Polres Blora merasa menjadi bagian dari masyarakat, bukan sekadar aparat yang datang menjalankan tugas.

“Saya dan anggota merasa bangga karena diterima dengan sangat baik oleh masyarakat Blora,” tambahnya.

Sinergi Menyelesaikan Persoalan
AKBP Wawan AS saat menyerahan hadiah sepeda gunung kepada pemenang doorprize jalan Sehat HUT Bhayangkara ke 80 Polres Blora

Selama bertugas di Blora, Wawan mengaku tidak pernah merasa menghadapi persoalan sendirian. Kekompakan Forkopimda, pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, media, serta elemen publik menjadi kekuatan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.

Sejumlah persoalan yang berpotensi meluas bahkan menjadi perhatian nasional dapat ditangani melalui komunikasi dan koordinasi lintas sektor.

“Bukan berarti tidak ada persoalan. Namun, karena sinergi Forkopimda dan masyarakat berjalan kuat, berbagai masalah dapat diselesaikan dengan baik serta tetap memperhatikan rasa keadilan,” jelasnya.

Bagi Wawan, keberhasilan menjaga kondusivitas Blora bukanlah hasil kerja seorang Kapolres. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel dan masyarakat.

Matur Nuwun, Blora

Menjelang akhir masa tugasnya, Wawan menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Blora yang telah memberikan doa, dukungan, kritik, dan kepercayaan selama dirinya memimpin Polres Blora.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan keluarga besar Polres Blora, saya menyampaikan matur nuwun kepada seluruh masyarakat. Terima kasih atas doa dan dukungannya sehingga saya dapat menjalankan tugas serta diterima dengan baik di Blora,” tuturnya.

Ia juga memohon doa agar dapat menjalankan amanah baru sebagai Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur dengan lancar.

“Saya mohon doa dan restu. Semoga di tempat tugas yang baru saya selalu diberikan kekuatan, kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam menjalankan amanah,” katanya.

Jalan sehat dan senam bersama pagi itu akhirnya selesai. Musik berhenti, barisan mulai terurai, dan masyarakat meninggalkan halaman Satlantas secara perlahan.

Namun, bagi AKBP Wawan Andi Susanto, kenangan tentang Blora tidak ikut berakhir. Ada keramahan warga, secangkir kopi di rumah penduduk, tiwul dan ubi goreng, serta rasa kekeluargaan yang akan dibawanya menuju tempat tugas baru.

Blora pernah menjadi tempatnya mengabdi. Kini, Blora telah menjadi rumah yang akan selalu hidup di dalam hati. (Bambang Sartono/01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *